ASIAWORLDVIEW – Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SME Expo atau JITEX 2026 resmi dibuka, Kamis (17/9/2026). Ini menjadi momen yang lebih dari sekadar seremoni tahunan.
Di hadapan para pelaku usaha, investor, dan perwakilan lintas sektor, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan pesan yang tegas, ajang ini tidak boleh berhenti sebagai forum pertemuan bisnis belaka. Menurutnya, kegiatan penting bagi perekonomian.
“JITEX 2026 menjadi motor penggerak pertumbuhan Jakarta menuju pasar global,” ia mengatakan dalam pidaotonya.
JITEX sebagai instrumen diplomasi ekonomi dan budaya. Bukan sekadar ruang transaksi jual-beli, melainkan wadah yang memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan, inovasi, dan kreativitas di Asia.
“Jakarta tidak lagi cukup puas menjadi kota metropolitan yang besar secara populasi dan anggaran, tetapi harus bertransformasi menjadi hub global yang terhubung dengan rantai nilai dunia,” ia menambahkan.
Setiap pertemuan bisnis, tambahnya. Menurutnya, kontrak yang ditandatangani, dan kolaborasi yang terjalin di JITEX diharapkan berkontribusi pada narasi besar, yaitu menjadikan ibu kota sebagai pemain utama dalam ekonomi global, bukan sekadar pasar konsumen yang pasif.
Baca Juga: JITEX Segera Digelar, Jadi Motor Ekonomi dan Diplomasi Budaya Jakarta
Jakarta menyumbang porsi signifikan terhadap produk domestik bruto nasional, dengan sektor jasa keuangan, perdagangan, manufaktur, logistik, dan ekonomi digital sebagai tulang punggungnya. Namun, untuk benar-benar menjadi hub global, Jakarta menghadapi tantangan struktural: ketimpangan infrastruktur, biaya logistik yang masih tinggi, kualitas sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan, serta iklim regulasi yang harus lebih pasti.
Jakarta, dengan keberagaman budaya, kekuatan kreatif, dan posisinya sebagai pusat keuangan terbesar di Indonesia, memiliki modal untuk memainkan peran itu. JITEX dapat menjadi wajah keterbukaan tersebut: sebuah panggung di mana budaya dan bisnis berjalan berdampingan.
JITEX 2026, dengan menghadirkan pelaku usaha lintas sektor dan mempertemukan investor dari berbagai negara, menawarkan platform untuk menjawab sebagian tantangan itu. Pameran dagang internasional seperti ini bukan hanya ajang memamerkan produk, tetapi juga sarana transfer pengetahuan, pembentukan jaringan, dan penjajakan investasi.
Ketika UMKM lokal bertemu dengan pembeli global, ketika startup teknologi bertemu dengan modal ventura, dan ketika produsen kreatif bertemu dengan distributor internasional, di situlah nilai tambah ekonomi tercipta. JITEX berpotensi menjadi katalis yang mempercepat integrasi Jakarta ke dalam rantai pasok global, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia.
