ASIAWORLDVIEW – ParagonCorp menempatkan suara konsumen sebagai fondasi penting dalam proses inovasi. Bagi mereka, masukan bukan sekadar feedback, melainkan sumber insight konsumen yang membantu memahami kebutuhan kulit yang terus berkembang. Melalui interaksi dengan komunitas, aktivitas brand, hingga masukan dari beauty influencer dan konsumen sehari-hari, ParagonCorp mampu menangkap detail yang sering kali luput: tekstur yang lebih nyaman, formula yang lebih ringan, hingga preferensi terhadap pengalaman penggunaan produk.
Pendekatan ini membuat pengembangan skincare ParagonCorp terasa relevan dengan gaya hidup modern. Misalnya, konsumen yang menginginkan produk dengan tekstur ringan untuk iklim tropis, atau formula yang lebih lembut bagi kulit sensitif, menjadi pertimbangan nyata dalam riset dan pengembangan di laboratorium. Insight yang terkumpul kemudian diterjemahkan ke dalam produk yang tidak hanya berfungsi secara klinis, tetapi juga memberikan pengalaman emosional—mulai dari sensasi saat diaplikasikan hingga nilai yang dirasakan pengguna.
“Bagi kami, memahami konsumen merupakan bagian penting dari proses inovasi. Apa yang mereka alami, butuhkan, dan harapkan menjadi salah satu input yang kami gunakan untuk melihat persoalan secara lebih mendalam” ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp.
Baca Juga: Jajal Mesin Mirip ATM untuk Beli Skincare dan Produk Kecantikan dari Paragon
Pendekatan tersebut salah satunya terlihat dalam pengembangan produk LABORÉ, yang berfokus pada kebutuhan konsumen dengan kulit sensitif. Pemahaman terhadap kondisi kulit yang mudah mengalami rasa tidak nyaman, kemerahan, atau reaktif menjadi salah satu pertimbangan dalam menghadirkan formulasi yang memperhatikan efektivitas sekaligus kenyamanan penggunaan.
“Selanjutnya, insight tersebut kami bawa ke dalam proses riset dan pengembangan untuk mencari pendekatan yang tepat, baik dari sisi formula, teknologi, maupun pengalaman penggunaan,” ia menambahkan.
Melalui BiomeRepair™ TopiCalm Cream, LABORÉ menghadirkan formula dengan Encapsulated Microbiome Technology dan Vitamin B12 untuk membantu menenangkan kulit serta mendukung perawatan kulit yang mengalami ketidaknyamanan. Sementara itu, GentleBiome™ Mild Cleanser dikembangkan dengan pendekatan non-soap, non-foam, bebas SLS/SLES, serta memiliki pH 5,5, untuk memberikan pengalaman membersihkan wajah yang lebih nyaman bagi konsumen dengan kulit yang mudah reaktif.
Kebutuhan konsumen terhadap perlindungan kulit juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan BiomeProtect Physical Sunscreen. Produk ini menggunakan mineral filter berupa Zinc Oxide dan Titanium Dioxide, menghadirkan alternatif perlindungan terhadap sinar matahari bagi konsumen yang membutuhkan pilihan sunscreen dengan pendekatan yang sesuai untuk kulit sensitif.
Pemahaman terhadap konsumen juga diterapkan pada kelompok usia dan gaya hidup yang berbeda. Pada Tavi, misalnya, insight dari konsumen Generasi Z menunjukkan kebutuhan terhadap produk yang menggabungkan efektivitas dengan pengalaman penggunaan yang gentle, praktis, dan relevan dengan gaya hidup mereka. Konsumen muda juga semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan serta nilai yang dibawa oleh sebuah produk.
Insight tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan Tavi untuk menghadirkan pengalaman kecantikan yang lebih praktis bagi konsumen muda, termasuk melalui produk yang menggabungkan fungsi skincare dan makeup serta memperhatikan aspek keberlanjutan.
Sementara itu, pengembangan Emina menunjukkan bagaimana pemahaman terhadap karakteristik konsumen usia muda dapat menjadi bagian dari pengembangan produk dan komunikasi yang lebih relevan. Emina memahami kebutuhan konsumen yang mulai mengenal skincare dan makeup terhadap produk yang ringan, nyaman digunakan, sesuai dengan kebutuhan kulit muda, serta terjangkau. Pemahaman tersebut juga terus diperbarui melalui interaksi dengan komunitas, salah satunya melalui Emina Girl Gang Ambassador (EGGA) yang menjadi ruang bagi tim untuk memperoleh perspektif dan masukan langsung dari remaja.
Di sisi lain, Kahf dikembangkan dengan melihat perubahan perilaku pria yang semakin memperhatikan perawatan diri. Konsumen pria membutuhkan produk yang praktis, fungsional, nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari, serta relevan dengan nilai yang mereka miliki. Pemahaman tersebut turut menjadi pertimbangan dalam pengembangan kategori personal care pria melalui Kahf.
