Indonesia Pusat Kekuatan Konten, Pemerintah Dorong Budaya dan Kisah Lokal ke Pasar Dunia

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah berupaya memposisikan Indonesia sebagai pusat kekuatan konten dengan strategi menghadirkan budaya, tokoh, dan kisah lokal ke dalam karya kreatif yang mampu menembus pasar global. Langkah ini tidak hanya sekadar promosi budaya, tetapi juga merupakan upaya membangun ekosistem kreatif yang berdaya saing internasional. Dengan memanfaatkan kekayaan tradisi, narasi sejarah, serta figur-figur inspiratif dari berbagai daerah, Indonesia ingin menjadikan konten lokal sebagai aset strategis yang dapat bersaing di ranah global.

“Kami tidak ingin Indonesia sekadar menjadi pasar bagi konten global; Indonesia harus menjadi pusat kekuatan konten,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam peluncuran program Nusantara Rising yang diprakarsai oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Pendekatan ini menekankan pentingnya storytelling lokal yang dikemas dengan standar produksi modern, sehingga mampu menarik audiens internasional tanpa kehilangan identitas asli. Pemerintah melihat peluang besar dalam industri kreatif, di mana konten berbasis budaya dapat menjadi jembatan diplomasi budaya sekaligus sumber ekonomi baru. Dengan dukungan riset, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia berpotensi menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat citra bangsa sebagai pusat kreativitas dunia.

Baca Juga: Chairman STARFINDO: Indonesia Membangun Rantai Nilai Domestik di Tengah Pergeseran Perdagangan Global

“Indonesia memiliki kekayaan budaya, talenta, dan kreativitas yang melimpah dengan potensi sebagai kekuatan ekonomi dan sumber pengaruh di panggung global,” ia menambahkan.

Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu memanfaatkan potensi ini untuk memastikan karya-karya kreatif Indonesia berkontribusi pada identitas nasional, kebanggaan, dan manfaat ekonomi yang lebih luas. Selain itu, target untuk menjadi pusat konten harus didukung dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif, terutama melalui penyediaan pembiayaan bagi para kreator yang telah memiliki model bisnis mapan dan membutuhkan modal untuk berkembang.

“Pengembangan sektor ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat,” jelasnya.

Untuk memperluas akses terhadap pembiayaan, ia berharap Nusantara Rising dapat memfasilitasi para pelaku ekonomi melalui skema produksi dan investasi bersama. Hal ini dilakukan guna memperluas akses terhadap modal, teknologi, dan pasar, baik secara nasional maupun global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *