ASIAWORLDVIEW – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan pentingnya perluasan model bisnis franchise atau waralaba sebagai strategi untuk mempercepat pertumbuhan usaha lokal sekaligus membuka jalan bagi produk Indonesia menembus pasar global. Dengan sistem waralaba, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan brand lokal dapat memperluas jangkauan bisnis secara lebih terstruktur, memanfaatkan standar operasional yang konsisten, serta memperkuat identitas merek di berbagai daerah. Langkah ini juga memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil untuk naik kelas, karena mereka dapat mengakses jaringan distribusi yang lebih luas, dukungan manajemen, dan promosi terpadu.
“Waralaba menawarkan keunggulan tersendiri karena manajemen, sistem produksi, dan pangsa pasarnya sudah mapan, sehingga memungkinkan para wirausahawan untuk memulai usaha dengan lebih cepat,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso, Senin (26/6/2026).
Ia mendorong perluasan model bisnis waralaba untuk mempercepat pertumbuhan usaha lokal dan memasarkan produk-produk Indonesia ke pasar global. Waralaba merupakan pilihan yang menarik bagi calon wirausahawan berkat model bisnisnya yang telah teruji. Namun, ia menekankan bahwa produk-produk tersebut harus memenuhi persyaratan ketat untuk menjaga kontrol kualitas.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso: Barter Komoditas Jadi Strategi Kurangi Ketergantungan Dolar AS
“Standar ketat ini sangat penting untuk memberikan jaminan kepada para pemegang waralaba. Selain itu, memastikan mereka dapat beroperasi secara efektif dan berkelanjutan,” ia menambahkan.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pertumbuhan waralaba sebagai bagian dari upaya untuk mempertahankan aktivitas ekonomi nasional. Seiring semakin banyaknya bisnis yang berkembang melalui waralaba, kontribusi mereka secara keseluruhan terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat sejalan dengan hal tersebut.
Pemerintah secara rutin mempromosikan merek-merek waralaba Indonesia di pameran perdagangan internasional, termasuk di Singapura. Selain itu, kementerian tersebut menjalankan program yang dirancang khusus untuk meningkatkan kehadiran restoran-restoran Indonesia di luar negeri melalui skema waralaba.
“Banyak restoran Indonesia di luar negeri masih dikelola secara keluarga, sehingga rentan tutup begitu pemilik aslinya pensiun. Model waralaba dianggap sebagai solusi yang layak untuk memastikan kelangsungan usaha sekaligus memperluas jaringan,” pungkasnya.
