ASIAWORLDVIEW – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan keyakinannya terhadap semakin kuatnya kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia. Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan bilateral sekaligus pembukaan acara Business Matching Indonesia-Rusia yang digelar oleh Kementerian Perindustrian pada awal Desember 2025
“Hubungan antara kedua negara telah bergerak ke arah yang lebih substantif dan komprehensif, khususnya dengan pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memperkuat koordinasi bilateral dan menawarkan kerja sama strategis yang lebih luas,” katanya dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Asiaworldview, Minggu (14/12/2025).
“Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperluas peluang kolaborasi, memperkuat jaringan bisnis, serta mendorong investasi di berbagai sektor industri. Ia menilai bahwa hubungan ekonomi kedua negara memiliki potensi besar untuk ditingkatkan, terutama dalam bidang manufaktur, teknologi, dan energi, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan industri nasional sekaligus mempererat hubungan diplomatik Indonesia-Rusia,” ia menambahkan.
Baca Juga: Indonesia Komitmen Impor Minyak dari AS di Tengah Negosiasi Trump Tarif
Ia kemudian menguraikan pencapaian kerja sama ekonomi antara kedua negara, di mana pada tahun 2024, total perdagangan bilateral non-minyak dan gas mencapai US$3,9 miliar, meningkat 18,69 persen sejak tahun 2020. Pada Oktober 2025, perdagangan antara kedua negara telah meningkat menjadi US$4,04 miliar. Investasi Rusia di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.
Pada tahun 2024, total investasi mencapai USD262,7 juta, sementara pada September 2025, investasi Rusia telah mencapai USD147,2 juta.
“Angka-angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari para pelaku industri Rusia terhadap stabilitas ekonomi dan potensi pengembangan industri di Indonesia,” pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa kedua negara sedang menjajaki penyelesaian dua dokumen kerja sama industri penting, yaitu Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama di Bidang Perkapalan dan MoU tentang Kerja Sama di Bidang Penelitian Ilmiah tentang Penggunaan Asbes Krisotil yang Aman.
Salah satu MoU, yang berkaitan dengan penelitian tentang keamanan asbes krisotil, telah ditandatangani oleh Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Anton Alikhanov, di Moskow pada 8 Desember 2025.
“Kami berharap MoU lainnya dapat segera diselesaikan untuk memberikan kerangka kerja yang jelas bagi kolaborasi industri besar dan UKM di kedua negara,” lanjutnya. S
