ASIAWORLDVIEW – Sebagai seorang aktor dan publik figur, Dion Wiyoko dikenal tidak hanya menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga, tetapi juga memberikan perhatian serius pada kesehatan gigi dan gusi. Menurutnya, memahami bahwa rongga mulut adalah gerbang utama kesehatan seluruh tubuh.
“Merawat gigi selalu jadi salah satu prioritasku, tanpa benar-benar sadar kalau ada gusi sebagai fondasi yang perannya nggak kalah penting. Apalagi gusi tuh gak keliatan ya, jadi sering terabaikan. Tapi suatu hari aku mengalami masalah gusi, awalnya mulut terasa gak nyaman, dan ternyata gusiku sudah bengkak,” ia mengatakan di acara Konferensi Pers Pepsodent Gum ExpertLab: Event Berbasis Sains Pertama di Indonesia yang Ungkap Gusi sebagai Akar Masalah Gigi dan Mulut.
Dion Wiyoko mengaku bahwa rutinitas merawat gigi dan gusinya berangkat dari kesadaran bahwa infeksi atau peradangan pada gusi, seperti gingivitis dan periodontitis, dapat memicu atau memperburuk penyakit sistemik seperti diabetes, penyakit jantung, bahkan komplikasi kehamilan, sehingga menjaga kebersihan mulut bukan lagi sekadar urusan estetika senyum di depan kamera, melainkan investasi jangka panjang bagi vitalitas organ-organ vital.
Baca Juga: Pakar: Gusi Sehat, Fondasi Kuat untuk Gigi dan Tubuh
“Pastinya sangat mengganggu semua aktivitas, sampai akhirnya aku harus menjalani perawatan deep scaling. Sejak itu aku jadi lebih aware untuk memprioritaskan kesehatan gusi menggunakan pasta dan sikat gigi Pepsodent Gum Expert,” ia menambahkan.
Ia menjalani ritual harian yang ketat dan penuh kesadaran: menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan sikat berbulu lembut yang ia tekan dengan ringan agar tidak merusak enamel dan gusi, dilengkapi dengan teknik menyikat menyeluruh yang menyapu setiap permukaan gigi dari arah gusi ke mahkota untuk mencegah penumpukan plak.
Tidak berhenti di situ, Dion juga rutin menggunakan benang gigi (dental floss) setiap malam guna membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat, dan ia kerap berkumur dengan obat kumur non-alkohol yang mengandung antiseptik ringan untuk mengurangi koloni bakteri tanpa membuat mukosa mulut kering. Kesadaran ini ia dapatkan setelah berkonsultasi dengan dokter gigi yang menjelaskan bahwa bakteri dari mulut dapat masuk ke aliran darah melalui gusi yang meradang dan memicu respons inflamasi sistemik.
“Aku yakin semua orang pasti ingin aging gracefully, bukan menolak tua, tapi bagaimana dengan bertambah usia kita bisa lebih sehat dan happy. Jadi aku ajak semua orang untuk merawat gusi mulai sekarang agar kita bisa menikmati hidup sampai tua nanti dengan gusi dan gigi yang sehat, kuat, dan lengkap!”
