ASIAWORLDVIEW – PepsiCo Indonesia menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan melalui pendekatan circularity atau ekonomi sirkular, yang berfokus pada pengurangan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Salah satu inisiatif utamanya, melalui program Greenhouse Accelerator (GHAC), yang mendukung startup dan inovator lokal dalam menciptakan solusi berkelanjutan di sektor makanan dan minuman.
Gabrielle Angriani Johny, Director of Government Affairs and Corporate Communications, PepsiCo Indonesia, menjelaskan, program ini mendorong proyek percontohan yang mencakup pengelolaan sampah, energi terbarukan, dan pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini termasuk kolaborasi dengan Bali Waste Cycle yang mengembangkan model daur ulang dan konversi energi berbasis komunitas.
“PepsiCo berkomitmen untuk menemukan solusi yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan dalam sektor ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan aksi iklim. Melalui program Greenhouse Accelerator, kami mendukung startup dan inovator lokal untuk menciptakan perubahan signifikan dalam sistem pangan dan pengelolaan sumber daya,” ujar Ashley Brown, VP Supply Chain ANZ & Chief Sustainability Officer PepsiCo Asia Pasifik dalam acara di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Baca Juga: Aksi Bersih Sungai Musi, Langkah Nyata Kurangi Polusi Sampah
Pernyataan ini menegaskan bahwa PepsiCo tidak hanya fokus pada pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga aktif membangun ekosistem inovasi yang mendukung transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Program seperti Greenhouse Accelerator menjadi wadah bagi kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan startup seperti Bali Waste Cycle, yang mengembangkan model daur ulang dan konversi energi berbasis komunitas
“Melalui mentorship, pendanaan, dan akses ke ekosistem bisnis PepsiCo, perusahaan ini berupaya memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memperluas inovasi dan inklusi dalam sistem pangan nasional, sejalan dengan visi PepsiCo menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ia menambahkan.
Sementara, Ade Palguna Ruteka selaku Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH menekankan pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pendekatan circularity yang diusung oleh PepsiCo, termasuk melalui program Greenhouse Accelerator, sejalan dengan strategi nasional dalam mengurangi limbah dan memperkuat ekonomi sirkular.
Menurutnya, inovasi dan kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menciptakan solusi tepat guna dalam pengelolaan sampah dan limbah, serta mendukung transisi menuju energi terbarukan dan efisiensi sumber daya. Ade juga menyoroti bahwa penguatan tata kelola kota dan digitalisasi layanan publik menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem lingkungan yang terpadu dan berkelanjutan.
