Aksi Bersih Sungai Musi, Langkah Nyata Kurangi Polusi Sampah

Ratusan relawan yang berasal dari warga setempat, guru dan murid bank sampah sekolah, karyawan WINGS Group di Palembang, dan jurnalis, ikut melakukan Aksi Bersih Sungai Musi Palembang

ASIAWORLDVIEW Aksi Bersih Sungai Musi digelar pada Jumat, (25/7/2025), di kawasan Seberang Ulu 1, Palembang. Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan lingkungan biasa, melainkan sebuah simbol kolektif dari gerakan nasional untuk mengurangi polusi sampah dan membangun budaya memilah dari rumah.

Diprakarsai oleh Yayasan Wings Peduli bersama Pemerintah Kota Palembang dan berbagai komunitas lokal, kegiatan ini melibatkan ratusan relawan dari pelajar, warga, hingga jurnalis yang berhasil mengumpulkan lebih dari 922 kilogram sampah dari bantaran sungai

Melalui pendekatan edukatif seperti kampanye #PilahDariSekarang dan peresmian bank sampah sekolah, aksi ini menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya—yaitu rumah tangga. Dengan dukungan lintas sektor dan semangat kolaboratif, Sungai Musi menjadi panggung nyata bagi perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga: Nespresso Kurangi Dampak Lingkungan dari Kapsul Aluminium di Hari Bumi

“Permasalahan sampah adalah tantangan bersama, yang membutuhkan aksi kolektif. Harapannya kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan mulai memilah sampah dari rumah,” sebut  Ir. Ar. H. K. M. Isnaini Madani, MT., M. Si, IAI, Asisten II yang mewakili Walikota Palembang.

Di momen ini, Yayasan WINGS Peduli meresmikan tiga bank sampah sekolah di tiga kelurahan berbeda di Sumatera Selatan, yaitu SMKN 8 Palembang, SMAN 8 Palembang dan Sekolah Terpadu Nurul Ilmi. Langkah ini merupakan salah satu upaya mendukung misi pemerintah untuk mewujudkan “Satu Kelurahan, Satu Bank Sampah,” serta menjadi sarana edukatif untuk membangun kebiasaan memilah sejak dini di lingkungan pendidikan.

Melalui bank sampah sekolah, para siswa diperkenalkan dengan pemahaman bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar. Sampah yang terkumpul akan disetorkan secara berkala ke Bank Sampah Induk (BSI) berbasis digital, dengan dukungan pembinaan dari WINGS Group di Palembang, serta penyediaan fasilitas operasional termasuk tempat sampah pilah.

“Setelahnya, masyarakat dapat menyetorkan hasil pemilahannya ke bank sampah terdekat. Karena itu, kami sedang mendorong agar setiap kelurahan memiliki bank sampah sendiri,” ia menambahkan.