ASIAWORLDVIEW – Lazada kini menghadirkan layanan berbasis Generative AI (GenAI) untuk membantu konsumen menemukan penawaran belanja online terbaik. Penggunaannya pun dimaksimalkan saat momen diskon Payday yang selalu dinanti.
Integrasi GenAI oleh Lazada bukan sekadar inovasi teknologi—ini adalah transformasi menyeluruh dalam cara mereka melayani pelanggan dan mengelola operasional. Berikut penjelasan rinci mengenai bagaimana Lazada memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan.
“Kami menyadari bahwa peran AI saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti dalam pengambilan keputusan belanja online. Kami melihat bagaimana konsumen semakin cerdas dalam mencari penawaran terbaik, termasuk voucher dan diskon,” kata Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, dikutip oleh Asiaworldview.com, Jumat (25/7/2025).
Baca Juga: Integrasikan Teknologi Baru, Lazada Maksimalkan Penggunaan AI
Dengan GenAI, pengguna bisa lebih cepat menemukan voucher eksklusif, diskon bank, dan flash sale yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, promo Payday Lazada bekerja sama dengan berbagai bank seperti BNI, Mandiri, dan LINE Bank, menawarkan potongan hingga Rp225.000 untuk transaksi tertentu.
AI digunakan untuk analisis pasar dan perilaku konsumen, membantu Lazada merancang strategi bisnis yang lebih responsif. Riset Kantar dan Lazada berjudul Adopsi Artificial Intelligence (AI) dalam eCommerce di Asia Tenggara pada 2024 juga mengungkap hampir semua konsumen yang berbelanja online di Indonesia (96 persen) meyakini bahwa AI dapat memilah produk-produk yang lebih relevan dan sesuai dengan preferensi mereka.
Namun sebanyak 49 persen mengaku bahwa ketinggalan voucher dan diskon merupakan permasalahan utama saat berbelanja online.
Keputusan pembelian konsumen tak hanya dipengaruhi oleh kualitas produk (54 persen), tapi juga oleh harga yang kompetitif (54 persen), dan ketersediaan voucher, diskon, atau penawaran lainnya (51 persen). Selain itu, 36 persen juga mengungkapkan bahwa mereka secara aktif membanding-bandingkan harga, mencari flash-sale, dan menunggu waktu promosi.
“Pemahaman ini mendorong kami untuk terus berinvestasi pada pengembangan teknologi, termasuk AI, untuk menyajikan pengalaman belanja yang cerdas dan personal,” ia menambahkan.
