Jumlah Wisatawan Asing di Bali Tetap Stabil di Tengah Konflik Iran-Israel

Keindahan Pantai di Bali.

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah provinsi Bali menginformasikan bahwa konflik antara Israel dan Iran tidak berdampak signifikan terhadap kedatangan wisatawan mancanegara di pulau tersebut. Dari data, jumlah kunjungan wisatawan asing tetap stabil.

“Kunjungan wisatawan tetap kuat dan stabil.” Namun, kami masih memantau situasi global ke depan,” kata kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya.

Sambil mengakui bahwa belum ada dampak besar pada pariwisata, dia menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi di Timur Tengah, yang tetap tidak stabil.

Data menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan asing ke Bali meningkat 10,55% pada periode Januari–April 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan terbanyak berasal dari Australia, India, dan China sebagai tiga negara asal utama.

Kewaspadaan pemerintah mengikuti pembatalan Qatar Airways terhadap penerbangan langsung dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ke Doha, Qatar, yang dijadwalkan pada pukul 19:20 waktu setempat (GMT+8).

Baca Juga: Rahasia Bali Jadi Ikon Pariwisata Berkualitas yang Mendunia!

Rute Timur Tengah, termasuk Doha (Qatar), Dubai (Uni Emirat Arab/UAE), dan Abu Dhabi (UAE), adalah pusat transit utama bagi para pelancong, terutama dari Eropa, dalam perjalanan ke Bali.

Sebagai alternatif, wisatawan Eropa dapat terbang langsung ke Bali dari Istanbul, Turki. Meskipun ada kekhawatiran geopolitik, sektor pariwisata Bali menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, kedatangan wisatawan mancanegara di Bali melampaui dua juta pada periode Januari hingga April 2025, mencatatkan peningkatan sebesar 10,55 persen tahun ke tahun (yoy).

Hingga akhir Juni 2025, Pemerintah Provinsi Bali menyatakan bahwa konflik antara Israel dan Iran belum memberikan dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara. Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, menyebut bahwa kondisi pariwisata masih stabil dan kunjungan wisatawan tetap kuat.

Namun, beberapa pelaku industri pariwisata di lapangan mulai merasakan potensi perlambatan, terutama akibat pembatalan penerbangan dari Timur Tengah, seperti rute Denpasar–Doha oleh Qatar Airways. Jalur ini merupakan salah satu hub penting bagi wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah menuju Bali.