ASIAWORLDVIEW – Saat mimisan terjadi terus-menerus, wajar bila seseorang merasa panik, namun sebenarnya kondisi ini tidak selalu berbahaya. Mimisan umumnya disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil di dalam hidung akibat faktor sederhana seperti udara kering, alergi, atau kebiasaan mengorek hidung.
Pada sebagian orang, mimisan bisa muncul berulang karena sensitivitas pembuluh darah atau adanya iritasi ringan. Perdarahan biasanya berhenti dengan langkah sederhana seperti menekan hidung selama beberapa menit dan duduk tegak agar aliran darah berkurang.
Panik justru dapat memperburuk keadaan karena meningkatkan tekanan darah dan membuat perdarahan lebih sulit berhenti. Mengutip tulisan Deny Gunawan, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua dari situs resmi RS Mohammad Hussein, Palembang, mimisan yang terjadi meski tanpa gejala medis serius umumnya disebabkan oleh faktor lokal di dalam hidung, bukan karena penyakit berat. Hidung memiliki banyak pembuluh darah kecil yang berada dekat permukaan, sehingga mudah pecah ketika terpapar udara kering atau perubahan cuaca, misalnya saat berada di ruangan ber-AC atau musim kemarau.
“Bagian depan hidung (septum) adalah area paling rentan karena pembuluh darahnya tipis dan rapuh, sehingga mimisan anterior sering muncul tanpa gejala lain dan biasanya tidak berbahaya. Kebiasaan sederhana seperti mengorek hidung, meniup terlalu keras, atau paparan asap rokok dan bahan kimia juga bisa menimbulkan iritasi ringan yang menyebabkan perdarahan,” ia mengatakan, dikutip Asia World View, Senin (22/6/2026).
Faktor lain yang berperan adalah alergi ringan atau flu, yang membuat pembuluh darah melebar dan lebih mudah pecah. Penggunaan obat-obatan tertentu seperti semprot hidung, antihistamin, atau pengencer darah (aspirin, ibuprofen, warfarin) dapat mengeringkan mukosa atau mengganggu pembekuan darah, sehingga mimisan lebih mudah terjadi.
Baca Juga: Dehidrasi hingga Heatstroke, Ancaman Musim Panas di Indonesia
“Meski sebagian besar mimisan tidak berbahaya, ada kondisi yang perlu diwaspadai: mimisan berulang lebih dari sekali seminggu, perdarahan yang tidak berhenti setelah 20 hingga 30 menit meski sudah ditekan, disertai gejala lain seperti pusing atau memar yang tidak wajar, atau terjadi setelah cedera berat dan tekanan darah tinggi,” ia menambahkan.
Bila salah satu tanda ini muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter THT atau layanan darurat untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang lebih serius. Dengan demikian, mimisan tanpa gejala medis biasanya hanya reaksi tubuh terhadap faktor lingkungan atau kebiasaan kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan bila frekuensinya meningkat atau disertai gejala tambahan.
