Transformasi Digital Lewat IDCamp 2025, Jawab Tantangan di Era AI

Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, Curriculum Designer untuk IDCamp 2025, dalam keterangannya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

ASIAWORLDVIEW – Di Indonesia, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) masih menghadapi tantangan besar akibat data yang berserakan, tidak terstruktur, dan tersebar di berbagai instansi tanpa integrasi yang memadai. Padahal, kualitas dan keterpaduan data merupakan fondasi utama bagi pengembangan AI yang akurat, efisien, dan berdampak luas. Ketika data tidak dikumpulkan secara sistematis atau tidak memenuhi standar interoperabilitas, algoritma AI menjadi kurang optimal dalam menghasilkan insight yang relevan.

Hal ini berdampak pada berbagai sektor, mulai dari layanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk membangun ekosistem data nasional yang terintegrasi, aman, dan terbuka bagi inovasi. Kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas teknologi—menjadi kunci dalam memperbaiki tata kelola data dan mendorong pemanfaatan AI secara strategis demi kemajuan Indonesia di era digital.

IDCamp 2025, program pelatihan digital yang digagas oleh Indosat Ooredoo Hutchison sebagai bagian dari komitmen untuk mencetak talenta teknologi Indonesia yang siap bersaing di era digital global. Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, IDCamp 2025 menghadirkan kurikulum yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap kebutuhan industri, mencakup jalur pembelajaran seperti Android, Web Development, Machine Learning, hingga Cloud Computing.

“Program ini dirancang untuk menjangkau peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, mahasiswa, profesional muda, penyandang disabilitas, dan komunitas non-teknis, dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan sertifikasi global. IDCamp 2025 juga menggandeng para ahli, termasuk Google Developer Expert, untuk merancang kurikulum yang relevan dan berdampak,” sebut Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, Curriculum Designer untuk IDCamp 2025, dalam keterangannya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga: Teknologi AI, Kunci Efisiensi dan Adaptasi di Dunia Kuliner yang Terus Berubah

Melalui program IDCamp 2025, permasalahan data dan pengembangan AI di Indonesia berpotensi untuk mulai diatasi secara sistematis. IDCamp tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis seperti coding dan pengembangan aplikasi, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan data, machine learning, dan kecerdasan buatan. Dengan kurikulum yang dirancang oleh para ahli, termasuk Google Developer Expert, peserta dilatih untuk memahami pentingnya data yang bersih, terstruktur, dan dapat diolah secara efisien—yang merupakan fondasi utama bagi sistem AI yang akurat dan bermanfaat.

Selain itu, IDCamp mendorong lahirnya talenta digital yang mampu membangun solusi berbasis data untuk berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan. Dengan semakin banyaknya developer lokal yang terampil dan sadar akan pentingnya kualitas data, Indonesia dapat memperkuat ekosistem AI-nya dan mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri. IDCamp menjadi katalis penting dalam membentuk generasi digital yang mampu menjawab tantangan data dan AI secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara, Irsyad Sahroni, Director & Chief Human Resources Officer mengatakan, kurikulum IDCamp 2025 mencakup berbagai jalur pembelajaran seperti Android, Web, Machine Learning, dan Cloud, dengan materi yang disusun secara progresif dari level dasar hingga lanjutan. Selain itu, kurikulum ini juga dirancang untuk mendukung inklusi digital, dengan akses yang terbuka bagi peserta dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas dan komunitas non-teknis. Dengan pendekatan yang komprehensif, IDCamp tidak hanya menjadi program pelatihan, tetapi juga gerakan transformasi digital yang berkelanjutan.