ASIAWORLDVIEW – Dalam industri Food & Beverage (F&B) yang sangat dinamis dan dipengaruhi oleh perubahan tren konsumen, musim, serta fluktuasi pasokan bahan baku. Adopsi AI sejak dini menjadi langkah strategis yang krusial.
Gunawan, Co-Founder & CEO PT Esensi Solusi Buana (ESB) dalam media luncheon, Selasa (29/7/2025), menjelaskan, di tengah laju perubahan yang cepat, mereka yang proaktif dalam transformasi digital berpeluang lebih besar menjadi pemimpin pasar dan mengantisipasi tantangan dengan sigap. Hal ini juga terhadi dalam dunia kuliner.
AI mampu membantu pelaku usaha mengelola kompleksitas operasional, mulai dari prediksi permintaan, optimasi rantai pasok, hingga personalisasi pengalaman pelanggan. Semakin awal teknologi ini diterapkan, semakin cepat bisnis dapat memahami ritme dan kebutuhan internal, melakukan penyesuaian sistem, dan membangun fondasi digital yang kokoh.
Baca Juga: Laporan Hitachi Vantara: AI Jadi Penggerak Utama Ekonomi dan Keberlanjutan di Asia Pasifik
“Pendekatan bertahap, yang dimulai dari pemetaan kebutuhan bisnis kuliner hingga integrasi solusi AI ke dalam proses harian. Langkah ini memungkinkan terciptanya sistem yang efisien, adaptif, dan tangguh menghadapi persaingan pasar,” ia menyebutkan.

Dalam praktiknya, algoritma AI dapat mengubah cara restoran atau bisnis kuliner menyusun dan merekomendasikan menu makanan. Misalnya, bubur ayam, dengan cara yang sangat personal dan berbasis data.
“Pakai teknologi AI, kita jadi mengetahui preferensi pelanggan. AI melacak pelanggan yang sering memesan bubur ayam, baik sebagai sarapan atau comfort food di malam hari. Dari data pemesanan sebelumnya, AI bisa menyarankan bubur ayam sebagai rekomendasi otomatis di aplikasi pemesanan, bahkan menyesuaikan, misalnya, dengan topping telur atau tanpa bawang goreng,” ia menambahkan.
AI dapat juga membaca pola seperti pelanggan yang tidak suka pedas. Bahkan, teknologi AI memantau popularitas bubur ayam dari ulasan pelanggan di media sosial dan platform review makanan. Setelah rekomendasi bubur ayam, AI bisa menyarankan tambahan topping favorit pelanggan—seperti cakwe hingga ati ampela.
“Implementasi ini bisa dilakukan dengan teknologi AI Semuanya bertujuan untuk membuat pengalaman pelanggan lebih relevan, cepat, dan personal,” pungkasnya.
