Shelter Pererenan, Destinasi Kuliner Mediterania di Bali

Shelter Pererenan

ASIAWORLDVIEW – Shelter Pererenan, yang berlokasi di kawasan Pererenan, Canggu, telah bertransformasi menjadi destinasi kuliner yang sangat digemari tidak hanya di Bali tetapi juga di tingkat nasional. Restoran ini sukses memadukan tradisi masakan Timur Tengah dan Mediterania dengan pendekatan modern yang santai khas Bali, menciptakan perpaduan rasa yang berani namun tetap otentik. Di balik kesuksesan Shelter, terdapat sosok Chef Stephen Moore, yang membawa pengalaman lebih dari tiga dekade di dapur-dapur global ternama seperti Rockpool di Sydney dan El Racó de Can Fabes di Spanyol.

Shelter memilih untuk tidak menggunakan gas, melainkan mengandalkan perapian kayu bakar (wood-fired hearth) yang dirancang khusus dengan kayu kopi dan rambutan. Metode memasak primitif ini menurut Chef Stephen menuntut insting dan kesabaran untuk menghasilkan makanan yang jujur dan penuh nostalgia, namun dieksekusi dengan presisi teknis yang tinggi.

Falsafah ini diwujudkan dalam hidangan-hidangan seperti Kerang Bulan Panggang Kayu (Wood Roasted Moon Scallops) dengan mentega cabai dan sumac, Ayam Berbalut Chermoula dengan tahini dan lemon bakar, serta Gurita Bakar Lokal yang menjadi favorit. Terong Bakar Kayu dengan cabai dan acar, serta pretzel za’atar dengan yoghurt, menjadi pilihan pembuka yang unik dan gurih.

Baca Juga: Pererenan: Surga Gastronomi Bali dengan Nuansa Lebih Syahdu

Suasana restoran yang hangat dan bersahaja menjadi salah satu daya tarik utamanya. Bertempat di dalam sebuah joglo khas Bali dengan arsitektur tropis yang terbuka, Shelter dikelilingi oleh taman rimbun yang menciptakan nuansa seperti berada di rumah tropis pribadi yang estetik. Konsep “elevated yet relaxed” berhasil menciptakan keseimbangan sempurna antara kemewahan dan kenyamanan.

Restoran Shelter Pererenan

Pengunjung diajak untuk berlama-lama, berbagi hidangan, dan membiarkan percakapan mengalir ditemani aroma api dari dapur terbuka. Pengabdiannya pada kuliner yang tulus, hangat, dan penuh rasa telah membawa Shelter meraih Prestige Gourmet Gold Award 2025, sekaligus masuk dalam jajaran 10 restoran terbaik di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan chef sekaligus salah satu pemilik, Stephen Moore, Shelter menyajikan hidangan yang berlimpah, harum, dan dirancang untuk dinikmati bersama. Dapur terbuka ini didukung oleh kayu kopi dan rambutan, dipilih karena kelembutan rasa manis yang mereka berikan pada daging yang dimasak perlahan dan sayuran yang dibakar.

Di sudut-sudut yang tenang, labneh buatan sendiri dan kultur roti sourdough dirawat dengan cermat. Sementara roti pipih mengembang di dalam oven dan cumi-cumi serta kerang lokal dipanggang di atas panggangan. Setiap dua minggu, tim memperkenalkan sejumlah kecil hidangan baru yang berfungsi sebagai arena kreatif bagi dapur.

Beberapa di antaranya adalah hidangan nostalgia yang diinterpretasi ulang melalui sudut pandang Shelter, sementara yang lain terinspirasi oleh cita rasa global. Hidangan yang paling disukai mendapatkan tempat permanen di menu. Ini adalah sistem yang menjaga kesegaran masakan dan memberikan ruang bagi koki muda untuk berkembang di bawah bimbingan Stephen.

Dessert dari Shelter Pererenan
Dessert dari Shelter Pererenan

Shelter Sessions, acara akhir pekan berupa makan siang panjang, memasak di perapian, dan percakapan yang menarik telah menjadi favorit di pulau ini, dengan koki tamu internasional yang secara rutin mengambil alih perapian untuk kolaborasi. Talenta yang berkunjung termasuk Jake Kellie dari arkhé di Adelaide; Andrew Walsh dari Cure yang berbintang Michelin di Singapura;

Tom Brown, koki Inggris peraih penghargaan Michelin dan pendiri Pearly Queen di London. Ross Magnaye dari Serai Melbourne; Daniel Giraldo dari Maha di Melbourne. Nathan Sasi dan Morgan McGlone dari Bar Copains di Sydney; serta Charles-Etienne “Charly” Pretet dari Terra Firma Dining.

Ia sangat berkomitmen untuk bekerja sama dengan petani, nelayan, dan produsen lokal, membangun hubungan yang memungkinkan dapur menampilkan yang terbaik dari apa yang ditawarkan Indonesia. Pemasok seperti Bali Heritage Pigs, petani sayuran skala kecil, dan produsen artisan merupakan bagian integral dari kisah Shelter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *