ASIAWORLDVIEW – Pererenan kini muncul sebagai salah satu destinasi kuliner paling menarik di Bali. Restoran ini menawarkan pengalaman makan malam yang berbeda dari hiruk-pikuk Canggu.
Kawasan ini menghadirkan suasana yang intim dan penuh niat, di mana setiap detail—mulai dari pencahayaan redup, pelayanan santai, hingga menu yang dirancang dengan filosofi kuliner yang matang. Menu makanan ini mendorong tamu untuk menikmati waktu lebih lama. Restoran-restoran di Pererenan tidak sekadar menyajikan hidangan, melainkan membentuk sebuah budaya makan malam yang menekankan kualitas.
Baca Juga: Cicipi Kekayaan Kuliner Pedas Nusantara dengan Sentuhan Peranakan
Kreativitas, dan kesadaran akan pengalaman bersantap bagi wisatawan. Didukung oleh chef berpengalaman dengan latar belakang internasional, kawasan ini menegaskan bahwa makan malam bukan hanya rutinitas, melainkan sebuah perayaan rasa dan momen yang patut dinikmati sepenuhnya.

Bar Vera, misalnya, hadir sebagai salah satu destinasi kuliner unggulan di Pererenan, dipimpin oleh co-founder sekaligus chef Benjamin Cross yang memadukan teknik memasak Eropa klasik dengan bahan-bahan lokal musiman. Mengusung konsep bar anggur yang elegan namun tetap santai, tempat ini menawarkan suasana hangat dan personal yang membuatnya menjadi favorit baik bagi warga lokal maupun wisatawan.
Dengan kapasitas 65 orang, Bar Vera menghadirkan menu yang sepenuhnya dibuat di rumah dan dirancang untuk dibagikan. Alhasil menciptakan pengalaman bersantap yang akrab dan penuh kebersamaan. Hidangan khasnya, mulai dari tartlet hamachi, beef tartare dengan sambal, cappelletti buatan tangan dengan Comté dan truffle, hingga bebek yang diaging kering dengan bit dan apel, mencerminkan kreativitas sekaligus kualitas tinggi yang menjadi ciri khas restoran ini.
Shelter Pererenan hadir sebagai salah satu ikon kuliner di kawasan ini, dipimpin oleh chef sekaligus pemilik bersama Stephen Moore yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di restoran ternama dunia, mulai dari Rockpool, Icebergs, Aman Resorts, hingga dapur berbintang Michelin di Eropa.
Dengan latar belakang tersebut, Moore menghadirkan menu yang memadukan cita rasa Timur Tengah dan Mediterania, disajikan melalui teknik memasak unik menggunakan kayu kopi dan rambutan yang memberi aroma khas pada setiap hidangan. Konsep makan di Shelter dirancang untuk kebersamaan, sehingga setiap sajian tidak hanya menonjolkan kualitas bahan dan teknik, tetapi juga menciptakan pengalaman bersantap yang hangat, kreatif, dan penuh makna.
