ASIAWORLDVIEW – Merah! Merah! Anime Japan!! (MMAJ) Jakarta 2026 resmi dibuka hari ini, Sabtu (30/3/2026). Acara ini memberikan dampak ekonomi dan pariwisata yang sangat signifikan bagi Indonesia, terutama Jakarta dan sekitarnya.
Penyelenggaraan MMAJ Jakarta 2026, yang merupakan adaptasi dari acara serupa di India yang berhasil menarik sekitar 100 ribu pengunjung dalam dua tahun pelaksanaannya. Selain itu, memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi event tourism kelas internasional.
Bagi para pelaku industri lokal, terutama di bawah naungan AINAKI (Asosiasi Industri Animasi Indonesia), MMAJ menjadi panggung untuk terhubung langsung dengan pemegang IP resmi Jepang, berbagi pengetahuan, dan mendorong karya kreatif Indonesia agar dapat berkembang di pasar global.
Baca Juga: Merah! Merah! Anime Japan!! Jakarta 2026: Festival Pop Jepang Terbesar
Selain itu, festival ini juga merangsang perputaran uang di sektor ritel dan jasa sekitar, mengingat terdapat banyak booth yang menjual beragam merchandise eksklusif, buku, kaos, hingga standee karakter anime, serta area kuliner khas Jepang yang pastinya mendatangkan pendapatan besar bagi para pedagang dan penyewa tempat.
Acara gratis yang menampilkan bintang tamu seperti Yoko Ishida, grup idola Shiritsu Ebisu Chugaku, serta karakter ikonik seperti Ultraman dan Doraemon ini diperkirakan mendatangkan tidak hanya warga lokal Jakarta, tetapi juga wisatawan dari berbagai kota di Indonesia bahkan mancanegara yang hendak menikmati pengalaman autentik budaya Jepang.
Dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Jepang dan JNTO, festival ini juga secara tidak langsung berfungsi sebagai ajang promosi pariwisata bilateral, di mana antusiasme masyarakat Indonesia terhadap budaya Jepang yang sangat tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kedua negara di masa depan.
Berlangsung di Gandaria City, Jakarta Selatan, pada 30-31 Mei 2026 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi puluhan ribu penggemar budaya pop Jepang, tetapi juga berfungsi sebagai platform strategis kolaborasi bisnis dan industri kreatif lintas negara. Dengan kehadiran berbagai institusi besar seperti Japan External Trade Organization (JETRO), Japan National Tourism Organization (JNTO), dan Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF) RI, festival ini membuka peluang nyata bagi kerja sama lisensi, investasi, serta kemitraan lintas batas di sektor intellectual property dan hiburan.
