ASIAWORLDVIEW – Daging Queensland yang ditampilkan di Aussie Beef Fair “Experience the Taste of Queensland” memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya salah satu produk unggulan Australia di pasar global. Kualitasnya sangat terjaga berkat sistem peternakan berstandar tinggi yang mengutamakan kesejahteraan hewan, keamanan pangan, serta keberlanjutan lingkungan.
Reza Prasetyo, Principal Business Development Manager, Trade and Investment Queensland, mengatakan, “Sebagai negara bagian penghasil daging sapi terbesar di Australia, Queensland menyumbang sekitar 45% dari total produksi daging sapi Australia. Bentang alam kami yang luas, mulai dari wilayah tropis di utara hingga kawasan subur Darling Downs, menciptakan lingkungan ideal untuk peternakan sapi berkualitas tinggi dan menghasilkan salah satu daging sapi terbaik di dunia.
Selain itu, daging Queensland dikenal memiliki marbling, sebaran lemak intramuskular, yang seimbang, memberikan kelembutan sekaligus rasa gurih alami saat dimasak. Proses produksi juga diawasi ketat melalui sistem traceability, sehingga setiap potongan daging dapat ditelusuri asal-usulnya, menjamin transparansi dan keamanan bagi konsumen.
Baca Juga: Cicipi Olahan Daging Sapi Premium Queensland di Aussie Beef Fair
“Keunggulan lain adalah fleksibilitasnya: daging Queensland cocok untuk berbagai teknik masak, mulai dari panggang, tumis, hingga slow-cooked, menjadikannya pilihan ideal bagi chef profesional maupun pecinta kuliner rumahan.Queensland melihat Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara yang mampu mengapresiasi nilai tambah daging premium,” tambahnya.

Peternakan Queensland, Australia, dalam menghadirkan tidak sekadar produk daging sapi premium, tetapi juga seluruh narasi dan warisan di baliknya, langsung kepada konsumen Indonesia. Alih-alih hanya mengandalkan ekspor komoditas biasa, pendekatan yang diambil adalah dengan menjalin kolaborasi strategis bersama industri kuliner premium di Jakarta, seperti restoran bintang lima, hotel mewah, dan gerai fine dining yang sudah memiliki reputasi dalam menyajikan hidangan berkualitas tinggi.
“Peternakan di Queensland memanfaatkan padang rumput luas dengan iklim tropis-subtropis yang ideal, sehingga sapi dapat tumbuh sehat dengan pakan alami yang kaya nutrisi. Hal ini menghasilkan daging yang lebih empuk, bertekstur halus, dan memiliki cita rasa khas yang konsisten,” ia menjelaskan.
Melalui kemitraan ini, daging sapi Queensland yang dikenal karena konsistensi marbling, keempukan, dan cita rasa khas dari peternakan yang terbentang dari wilayah tropis utara hingga Darling Downs yang subur, tidak hanya disajikan sebagai bahan baku mentah, tetapi juga dikisahkan melalui menu-menu spesial, lokakarya kuliner, serta sesi “butcher demo” yang melibatkan koki-koki ternama.
“Dengan cara ini, konsumen Indonesia tidak hanya merasakan sensasi daging yang meleleh di mulut, tetapi juga memahami filosofi di balik sistem peternakan Queensland yang berkelanjutan, standar kesejahteraan hewan yang ketat, serta jejak teknologi rantai dingin yang menjaga kesegaran dari peternakan hingga ke piring,” ia menambahkan.
Queensland memperluas pasar ekspornya sekaligus membangun citra sebagai mitra jangka panjang yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga berinvestasi dalam transfer pengetahuan, pelatihan sumber daya manusia, dan promosi lintas budaya. Kolaborasi ini sekaligus mempertegas hubungan kerja sama bilateral yang semakin erat dan saling menguntungkan.
