ASIAWORLDVIEW – Pergerakan harga Bitcoin, Rabu (18/5/2026), berada di kisaran USD 76.877–78.101, atau sekitar Rp1,35–1,37 miliar per koin. Secara harian, BTC terkoreksi tipis antara -0,13% hingga -0,69%.
Angka ini menunjukkan stabilitas relatif meski masih tertahan di bawah level psikologis USD 80.000. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar USD 1,57 triliun.
Sementara volume perdagangan 24 jam turun 10% menjadi Rp421,92 triliun, menandakan adanya penurunan aktivitas transaksi. Kondisi pasar kripto secara keseluruhan sedikit lebih positif.
Ethereum naik tipis ke USD 2.181 (+0,06%), XRP menguat ke USD 1,42 (+0,43%), Solana naik ke USD 86,74 (+0,22%), dan Dogecoin mencatat kenaikan lebih signifikan ke USD 0,1110 (+1,18%).
Baca Juga: Bitcoin Turun ke USD78.000, Investor Alami Kerugian
Faktor utama yang memengaruhi pergerakan BTC hari ini adalah ekspektasi pasar terhadap FOMC yang akan dirilis pada 20 Mei, kebijakan Federal Reserve terkait suku bunga akan sangat menentukan arah selera risiko investor.
Selain itu, data menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang (LTH) kembali melakukan akumulasi, dengan pasokan BTC yang disimpan naik ke 15,26 juta BTC, menandakan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang meski harga masih tertekan.
Namun, tekanan makro dari yield obligasi AS yang tinggi dan ketidakpastian kebijakan moneter global tetap menjadi penghambat reli Bitcoin.
BTC masih tertahan di bawah USD 80.000, ekosistem kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan melalui altcoin, sementara investor menunggu kepastian arah kebijakan moneter AS untuk menentukan langkah berikutnya.
