Kerugian Penipuan Kripto AS Tembus Rekor USD11,36 Miliar

Hacker tengah memantau target atau korban.

ASIAWORLDVIEW – Kerugian akibat penipuan kripto mencapai rekor USD11,36 miliar di seluruh Amerika Serikat pada tahun 2025. Biro Investigasi Federal (FBI) merilis Laporan Kejahatan Internet tahunannya, yang mengonfirmasi lonjakan sebesar 22% dibandingkan tahun sebelumnya.

Total kerugian akibat kejahatan siber melampaui USD20,9 miliar, yang juga mencatatkan rekor tertinggi baru. FBI mencatat lebih dari satu juta pengaduan, dengan rata-rata sekitar 3.000 laporan per hari sepanjang tahun.

Penipuan investasi kripto saja menyumbang USD7,2 miliar dari total kerugian yang tercatat pada tahun 2025. Angka tersebut mewakili porsi terbesar dari seluruh penipuan terkait kripto yang didokumentasikan oleh FBI. Secara keseluruhan, 181.565 pengaduan terkait kripto diajukan ke lembaga tersebut selama periode pelaporan.

Baca Juga: Hacker Manfaatkan Fitur di Solana untuk Menembus Protocol

Warga lanjut usia terus menanggung porsi kerugian finansial yang tidak proporsional. Warga Amerika berusia di atas 60 tahun mengalami kerugian gabungan sebesar USD7,7 miliar akibat kejahatan siber, menandai kenaikan 37% dari tahun ke tahun.

Kelompok usia ini tetap menjadi demografi yang paling sering menjadi sasaran di seluruh kategori penipuan online yang dilaporkan. Kenaikan tajam dalam kerugian di kalangan warga Amerika lanjut usia menunjukkan jangkauan yang semakin luas dari jaringan kriminal ini.

Penipuan yang didukung AI juga muncul sebagai ancaman yang berkembang pesat dalam laporan tersebut. Teknologi deepfake dan alat kloning suara digunakan untuk mencuri sekitar $893 juta dari korban tahun lalu.

Alat-alat ini memberi penjahat kemampuan untuk menyamar sebagai individu tepercaya menggunakan audio dan video yang meyakinkan. Penggunaan teknologi semacam itu menambah tingkat kesulitan baru bagi korban yang berusaha mendeteksi penipuan.

Luasnya angka-angka ini mencerminkan bagaimana taktik penipuan terus melampaui kesadaran publik di ruang kripto. Seiring dengan perluasan adopsi aset digital secara global, jaringan kriminal memperluas operasi mereka sesuai dengan itu.

Pihak berwenang terus menekankan bahwa melaporkan penipuan secara segera melalui IC3.gov tetap menjadi langkah kritis dalam upaya pemulihan.