ASIAWORLDVIEW – Uma Oma Heritage hadir di kawasan Menteng sebagai destinasi kuliner yang tidak hanya menyajikan cita rasa autentik Nusantara, tetapi juga membawa misi sosial yang kuat. Kehadirannya melanjutkan inisiatif pemberdayaan pekerja lanjut usia, sebuah gerakan sosial yang terus bertumbuh dan memberi ruang bagi mereka untuk tetap produktif serta berkontribusi.
“Uma Oma Heritage adalah kelanjutan dari apa yang telah kami bangun sebelumnya. Kami ingin membawa rasa yang sudah dekat dengan banyak orang ini ke bentuk yang lebih kuat dan nyata, baik dari sisi kuliner maupun pengalaman yang dirasakan tamu,” ujar Firhan Salam, Co-Founder Uma Oma Group.
Dengan konsep yang memadukan warisan kuliner tradisional dan kepedulian sosial, Uma Oma Heritage menjadi simbol bagaimana bisnis dapat menghadirkan pengalaman gastronomi sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan keberlanjutan di tengah masyarakat urban.
Baca Juga: Dua Restoran Indonesia Masuk Asia’s 50 Best 2026, Gastronomi Jadi Pilar Pariwisata
Mengusung “Warisan Rasa, Hangat Serasa di Rumah Nenek”, Uma Oma Heritage menghadirkan ruang yang memadukan kehangatan dengan kenyamanan, menghadirkan pengalaman bersantap yang terasa dekat. Namun tetap terkurasi dengan baik di tengah kota.
Uma Oma Heritage menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan melibatkan para pekerja lanjut usia yang akrab disapa sebagai Oma. Mereka bukan sekadar bagian dari tim operasional, melainkan menjadi wajah keramahan yang dirasakan langsung oleh para tamu melalui interaksi hangat, perhatian personal, dan cerita hidup yang mereka bawa.
“Melalui Uma Oma Heritage, kami ingin menunjukkan bahwa para Oma juga bisa naik kelas bersama kami. Bukan hanya makanannya yang kami angkat, tetapi juga kesempatan bagi mereka untuk belajar, berkontribusi, dan tetap aktif dalam lingkungan hospitality yang lebih profesional,” tambahnya.
Inisiatif ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas untuk memberdayakan lansia. Mereka tetap produktif dan memiliki ruang berkontribusi.
