Pakar: Perubahan Cuaca Tingkatkan Risiko ISPA

Pemeriksaan gratis

ASIAWORLDVIEW – Pada masa pancaroba, perubahan pola cuaca seperti fluktuasi suhu dan kelembaban dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan. Kondisi lingkungan yang tidak stabil membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan virus, karena sistem imun harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi dengan perubahan mendadak.

Selain itu, kelembaban yang tinggi dapat memengaruhi penyebaran mikroorganisme di udara, sementara suhu yang berubah-ubah sering kali menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya, risiko penularan penyakit pernapasan meningkat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Situasi ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan, memperhatikan pola hidup bersih, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal infeksi selama periode pancaroba.

Hal itu diungkapkan dr. Clavelina Astriani, selaku Sr. Medical Affairs Manager Combiphar, dalam acara “Hadapi Lonjakan ISPA di Musim Pancaroba, Combiphar Perkuat Garda Kesehatan Keluarga”, Rabu (15/4/2026). Ia memberikan paparan mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan di masa pancaroba.

Baca Juga: Waspadai, Flu Berujung ISPA Tengah Mewabah

“Perubahan pola cuaca, seperti fluktuasi suhu dan kelembaban, dapat memengaruhi daya tahan tubuh serta mempercepat penyebaran virus. Combiphar hadir dengan komitmen memperkuat garda kesehatan keluarga melalui edukasi,” ia mengatakan.

Ia menyoroti perlunya langkah preventif, seperti menjaga kebersihan, meningkatkan imunitas, dan memperhatikan gejala awal ISPA. hal ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi lonjakan kasus di musim pancaroba.

“Menjaga kebersihan, seperti rutin mencuci tangan dan memastikan lingkungan tetap higienis, dapat mengurangi risiko paparan virus maupun bakteri,” ia menambahkan.

Selain itu, meningkatkan imunitas tubuh melalui pola makan bergizi, olahraga teratur, istirahat cukup, serta konsumsi vitamin bila diperlukan akan membantu sistem pertahanan tubuh lebih siap menghadapi perubahan cuaca. Tidak kalah penting, memperhatikan gejala awal ISPA seperti batuk, pilek, atau sesak napas memungkinkan penanganan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *