Investor Waspada, Pi Network Jadi Indikasi Penghindaran Risiko

Pi Network

ASIAWORLDVIEW – Harga Pi Network (PI) tetap berada di sekitar USD0,171 pada hari Senin (20/4/2026). Para investor menimbang ketegangan geopolitik dan perkembangan internal jaringan yang memengaruhi sentimen pasar.

Koin Pi menjadi simbol perdagangan yang cenderung menghindari risiko di tengah ketidakpastian makroekonomi global. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya terkait isu strategis di Selat Hormuz, telah menekan selera risiko investor sehingga berdampak pada pasar saham maupun aset digital. Dalam kondisi ini, Pi Network menunjukkan stabilitas harga yang relatif bertahan, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar kripto yang memilih menunggu kepastian sebelum mengambil langkah besar.

Ketegangan semakin memuncak akibat laporan tentang retorika yang semakin keras seputar rute pelayaran Selat Hormuz yang strategis. Para investor bereaksi cepat, dan tindakan penghindaran risiko yang nyata terjadi di pasar saham dan aset digital pada tanggal 19 dan 20 April.

Harga Bitcoin mampu mempertahankan posisinya di atas angka USD75.000, namun gagal memperoleh momentum untuk menembus level tersebut secara signifikan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 15%, Trader Antisipasi Pi Day

Harga Ether dan XRP juga mengalami fase konsolidasi, yang menandakan keraguan dari investor institusional dan ritel.

Sentimen semakin rumit akibat sinyal diplomatik di mana Iran menolak untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan pejabat Washington. Hal ini terjadi setelah pernyataan Donald Trump bahwa negosiator Amerika akan mengunjungi Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan.

Di tengah lingkungan makro yang tidak pasti ini, Pi Network mempertegas batas waktu teknis penting bagi operator node-nya di seluruh dunia. Para pengembang menegaskan bahwa pada 27 April 2026, semua node diharapkan telah melakukan pembaruan ke Protokol 22.

Mereka yang gagal melakukan upgrade ke versi 22.1 setelah 21.2 berisiko terputus secara otomatis dari jaringan.

Sistem upgrade bertahap ini tidak melewatkan langkah apa pun karena setiap versi protokol didasarkan pada perbaikan sistem sebelumnya. Para pengembang menekankan bahwa transisi ini memungkinkan jaringan menjadi lebih stabil dan mempersiapkan ekosistem untuk mendukung fungsionalitas kontrak pintar penuh dalam Protokol 23.

Pertumbuhan pengguna merupakan fokus lain yang ditekankan oleh tim, dan mereka membanggakan lebih dari 18 juta individu yang telah diverifikasi melalui sistem KYC berbasis identitasnya