ASIAWORLDVIEW – Latte dengan berbagai variasinya, seperti aren latte dan pandan latte, semakin populer di Indonesia karena mampu memadukan cita rasa kopi modern dengan sentuhan lokal yang unik. Kehadiran gula aren memberikan rasa manis alami yang khas nusantara, sementara pandan menghadirkan aroma segar yang berbeda dari latte klasik.
“Popularitas latte di Indonesia merupakan hasil kombinasi antara rasa yang ramah bagi lidah konsumen, budaya ngopi modern, dan meningkatnya konsumsi kopi nasional,” sebut Maulana Wiga, CEO BepahKupi, Rabu (8/4/2026).
Inovasi ini membuat latte lebih dekat dengan selera masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi daya tarik di kafe-kafe yang ingin menawarkan pengalaman minum kopi yang berbeda. Popularitasnya juga didukung oleh tren gaya hidup urban dan budaya nongkrong di kedai kopi, di mana konsumen muda mencari minuman yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki identitas lokal yang kuat.
Baca Juga: Riset: Kopi Bermanfaat untuk Cegah Stres dan Kecemasan
“Kombinasi espresso, susu, dan bahan khas Indonesia menjadikan latte versi lokal ini sebagai simbol kreativitas sekaligus bukti bahwa kopi bisa terus berevolusi mengikuti selera pasar,” ia menambahkan.
Selain itu, lonjakan konsumsi kopi nasional sejak pandemi membuat Indonesia bukan hanya produsen besar, tetapi juga pasar kopi yang terus berkembang. Alhasil varian seperti latte ikut terdongkrak.
Perbedaan dengan kopi susu lokal juga memberi daya tarik tersendiri, karena latte menggunakan espresso sebagai dasar, sementara kopi susu tradisional memakai kopi tubruk atau saring, sehingga menghadirkan pengalaman rasa baru yang menarik bagi konsumen.
“Dengan dukungan industri kopi lokal yang kuat dan tren global yang masuk, latte kini menjadi salah satu minuman kopi paling digemari di Indonesia,” pungkasnya.
