ASIAWORLDVIEW – Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi), berharap makeup dan skincare lokal menggeser dominasi K-Beauty (Korean Beauty). Selain itu, menjadikan I-Beauty (Indonesian Beauty) sebagai pusat tren kecantikan global.
“Mimpi kita bersama di Perkosmi adalah kita mau geser K-Beauty Mungkin 10 tahun lagi, kita mau ciptakan I-Beauty Indonesian Beauty,” ia mengatakan.
Ambisi ini bukanlah mimpi di siang hari belaka, melainkan sebuah strategi terstruktur yang bertumpu pada tiga pilar utama: standar kualitas dan keamanan global, kekayaan sumber daya lokal yang autentik, serta pemberdayaan ekosistem industri dalam negeri untuk menjadi pemain utama.
Langkah kunci yang menjadi fondasi nyata dari visi ini adalah pengakuan global terhadap kualitas produk dalam negeri. Menurut Kilala, produk kosmetik Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar jika sudah mendapatkan izin edar dari BPOM. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, yang mengonfirmasi bahwa Indonesia telah mendapatkan status WHO Listed Authority (WLA).
Baca Juga: Makeup Bisa Picu Jerawat? Ini Kebiasaan Buruk yang Harus Kamu Hindari
Status ini menempatkan standar keamanan dan kualitas BPOM setara dengan lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan negara maju lainnya. Dengan fondasi pengawasan setara internasional ini, produk I-Beauty memiliki kredibilitas yang sama kuatnya dengan produk K-Beauty untuk bersaing di kancah global.
Penguatan pengawasan dan kualitas oleh BPOM yang telah diakui dunia ini sekaligus menjadi kunci untuk mewujudkan pilar strategi lainnya, yaitu mengangkat warisan alam dan budaya lokal sebagai pembeda utama. Di tengah fenomena “Glow Economy” yang menunjukkan pertumbuhan pesat perusahaan kosmetik hingga 22% dalam lima tahun terakhir, Martha Tilaar Group menekankan bahwa I-Beauty tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada cerita (storytelling) dan warisan budaya.
“Keunggulan I-Beauty akan terletak pada keunikan bahan alami khas Indonesia dan pemanfaatan ekosistem lokal,” ia menambahkan.
Hal ini terlihat dari strategi Martha Tilaar Group yang tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga membina lebih dari 146 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal. Selain itu, memperkuat fondasi Industri Kecantikan Indonesia dari hulu ke hilir.
“Jika K-Beauty selama ini mendunia lewat budaya pop, maka I-Beauty berupaya menawarkan keaslian, keberlanjutan, dan kualitas setara sebagai nilai jual utamanya,” pungkasnya.
