dr. Tirta: Berhenti Merokok Harus dari Hati

dr. Tirta Mandira Hudhi.

ASIAWORLDVIEW – Masyarakat tidak perlu heran lagi dengan perubahan luar biasa yang dialami dr. Tirta Mandira Hudhi. Dokter sekaligus influencer gaya hidup ini memiliki pendekatan yang cukup frontal terkait kebiasaan buruk merokok.

Dia menegaskan bahwa kunci utama untuk berhenti adalah “dari hati”. Tak lupa dibarengi dengan olahraga. Ia mengakui berhenti merokok bukanlah perkara mudah yang hanya mengandalkan rasa takut pada bahaya atau mahalnya harga tembakau.

Setelah dirinya sendiri menjadi pecandu nikotin selama 17 tahun sejak usia 14, dr. Tirta dengan jujur menyebut bahwa faktor terbesar untuk keluar dari jeratan rokok bukanlah obat, bukan mahalnya rokok, apalagi gambar seram di bungkusnya, melainkan kemauan yang datang dari diri sendiri.

“Tanpa adanya niat yang lahir dari hati atau mindset untuk berubah, segala upaya eksternal akan sia-sia,” sebutnya, Rabu (3/6/2026) dalam acara Kampanye #SehatTanpaRokok.

Baca Juga: Mengapa Rokok Jadi Masalah Kesehatan yang Sulit Diatasi?

Menurut dr. Tirta, “pendamping” paling ideal untuk niat itu adalah mengalihkan kebiasaan buruk menjadi kebiasaan produktif, yaitu rajin berolahraga. Kebiasaan lamanya sebagai perokok berat perlahan dia gantikan dengan aktivitas fisik yang menantang, dimulai dari bersepeda jarak jauh hingga akhirnya jatuh cinta pada olahraga lari. Bahkan, transformasinya begitu dramatis; seorang yang dulu mudah kehabisan napas, kini mampu berlari sejauh 25 kilometer.

“Mengisi paru-paru dengan asap rokok hanya akan menghambat performa saat bergerak. Justru sebaliknya, dengan berolahraga, kapasitas kekuatan paru-paru akan terlihat nyata, di mana para perokok biasanya tidak kuat diajak berlari jauh,” ia menambahkan.

dr. Tirta menjabarkan manfaat berolahraga bagi mantan perokok dari berbagai aspek. Olahraga memperbaiki kapasitas jantung dan paru-paru. Dalam suatu kegiatan, ia menekankan bahwa berhenti merokok dan berlari dapat meningkatkan kapasitas jantung dan anti-penuaan di masa tua, terutama jika dikombinasikan dengan latihan beban dan latihan ketahanan selama 150 menit per minggu.

“Olahraga juga berfungsi sebagai stress release yang efektif. Ini menjadi cara utama mengurangi stres, yang mana stres sering menjadi pemicu utama seseorang kembali merokok,” jelasnya.

Olahraga juga memberikan bukti visual dan fisik akan kemajuan. Ia mencontohkan bahwa ketika mantan perokok mulai berlari dan melihat peningkatan penampilan serta waktu tempuh yang semakin baik. Hal itu menjadi motivasi besar untuk tidak kembali merokok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *