Strategi FIFGROUP Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional

FIF Group

ASIAWORLDVIEWPT Federal International Finance atau sering disebut FIFGROUP menjadi salah satu pilar ekonomi di Indonesia. Sejak berdiri tiga dekade silam hingga kini, FIFGROUP telah berkontribusi terhadap industri Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bahkan, ikut menyumbang sebanyak 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 97 persen masyarakat Indonesia dengan total lebih dari Rp9,58 triliun.

“Tak direvokularisasi oleh angka, melainkan oleh kegunaannya. UMKM yang kita bantu, bukan hanya sekedar angka, melainkan harapan dan kebutuhan masyarakat. Dana bergulir kita, saat ini sudah dapat menjadi harapan bagi sebagian besar UMKM di Indonesia”, ujar Indra Gunawan Presiden Direktur FIFGROUP.

Ia juga menyatakan bahwa kegiatan Dana Bergulir yang di lakukan oleh FIFGROUP pada tahun 2025 dapat menjangkarkan sebanyak 770 UMKM dengan jumlah pinjaman Rp2,9 miliar. Dana bergulir ini juga diimbuhkan untuk UMKM Go Digital seperti dengan melaksanakan program pelatihan “Go Digital” bersama Grab Indonesia, sehingga UMKM dapat memahami mengenai cara bertransaksi secara digital serta menciptakan identitas brand bagi UMKM, sehingga UMKM dapat bertransformasi ke era digital dengan baik. “Saya sangat senang karena tahun ini sudah dapat mencapai Rp4,63 triliun laba bersih untuk UMKM di Indonesia. Kami juga mencatatkan Rp49,45 triliun penyaluran pembiayaan.

Baca Juga: BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan Listrik, Pertumbuhan Tetap Positif pada 2026

Capaian kinerja FIFGROUP dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan fundamental ekonomi yang sangat kuat. Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan pembiayaan ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,63 triliun, tumbuh 4,92 persen secara tahunan dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp4,42 triliun. Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp49,45 triliun sepanjang tahun 2025, naik 7,64 persen secara tahunan, dengan jumlah unit yang dibiayai sebanyak 3,39 juta unit atau meningkat 4,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Teller menghitung sejumlah uang Rupiah.
Teller menghitung sejumlah uang Rupiah.(Antara)

Kenaikan volume penyaluran pembiayaan FIFGROUP disebabkan oleh naiknya penjualan kendaraan bermotor roda dua domestik di Indonesia. Selama 2025, penjualan sepeda motor domestik di Indonesia mencapai 6.412.769 unit atau naik 1,25 sampai 1,3 persen dibandingkan 2024. Penjualan ini melebihi target yang ditetapkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dan merupakan yang tertinggi sejak 2020. Penjualan sepeda motor ini juga memantik Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat dari kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran; serta sub sektor jasa reparasi mobil dan sepeda motor tercatat sebesar 5,0 persen pada triwulan pertama 2025.

Selain itu, FIFGROUP mampu mengelola kualitas aset dengan baik, seperti tergambar pada tingkat Non-Performing Finance (NPF) yang masih rendah di level 0,20 persen sehingga FIFGROUP diberi predikat sebagai perusahaan sangat sehat dari tingkat kualitas aset pembiayaannya oleh pihak regulator. Dari sisi aset, Net Service Asset (NSA) milik FIFGROUP bertumbuh sebesar 14,38% year-on-year (YoY) menjadi Rp53,44 triliun di akhir kuartal keempat 2025. Hal ini merupakan capaian yang sangat luar biasa, terutama karena FIFGROUP bukan saja telah menorehkan tumbuhan positif dari sisi volume, melainkan juga tumbuh dari sisi aset basic yang semakin stabil dan kuat.

Sebagai salah satu pelaku bisnis terkemuka, FIFGROUP juga menjadi salah satu pemberi dampak tingkat penyerapan tenaga kerja yang cukup signifikan. Pada tahun 2023, perusahaan ini menjadi rumah bagi lebih dari 13.801 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka tersebut belum termasuk jumlah mitra dan tenaga kerja tidak langsung dari FIFGROUP. Sampai dengan akhir 2023, FIFGROUP telah memiliki 248 kantor cabang yang terbagi di berbagai wilayah operasional di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan.(OJK)
Otoritas Jasa Keuangan.(OJK)

Perluasan jaringan ini tampak jelas dari pencapaian di tingkat regional. Di JATA 2 (Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya), FIFGROUP mencatat pembiayaan mencapai Rp306miliar antara Januari hingga Maret 2026, dengan lebih dari 76 ribu konsumen aktif. Sementara di Bali, perusahaan ini juga berhasil mencatat pertumbuhan pembiayaan kendaraan sebesar 3 persen pada tahun 2026, meskipun menghadapi tantangan seperti krisis energi dan ketegangan geopolitik global. Secara keseluruhan, jumlah nasabah di Pulau Dewata mencapai 125 ribu, menunjukkan basis pelanggan yang luas dan potensi pertumbuhan yang kuat untuk masa depan.

FIFGROUP juga berperan penting dalam menciptakan literasi dan inklusi keuangan yang lebih baik di Indonesia. Dengan indeks literasi keuangan yang mencapai 65,4 persen dan indeks inklusi keuangan 75 persen menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kehadiran FIFGROUP di berbagai wilayah membantu masyarakat yang sebelumnya tidak mendapatkan akses ke layanan keuangan formal.

Perusahaan ini menunjukkan komitmennya terhadap ekonomi berkelanjutan melalui pembiayaan hijau dan portofolio berkelanjutan. Hingga akhir 2025, FIFGROUP mencatat pembiayaan berkelanjutan total sebesar Rp747,40 miliar, termasuk pendanaan hijau melalui ESG loan senilai USD50 juta. Dari Januari 2024 hingga Oktober 2025, pembiayaan berkelanjutan FIFGROUP bahkan mencapai Rp1,62 triliun.

Melalui program FIFGROUP Lestari, perusahaan melibatkan 1.470 siswa dalam kegiatan penanaman pohon dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan, guna memberikan manfaat langsung kepada 181 orang. Langkah-langkah ini tidak hanya mencerminkan tanggung jawab lingkungan FIFGROUP, tetapi juga menjadi fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *