Ketidakpastian Global Bayangi IHSG, Konflik AS-Iran Jadi Sorotan

Pergerakan harga saham.(Unsplash.com)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Selasa (31/3/2026), diperkirakan bergerak variatif. Hal ini terjadi seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dipandang tetap bersikap dovish.

Sikap ini memberi harapan bahwa suku bunga tidak akan dinaikkan secara agresif. Alhasil dapat menjaga aliran modal ke pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Namun, pergerakan IHSG juga dibayangi ketidakpastian global, khususnya konflik antara AS dan Iran. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas geopolitik.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Volatil di Tengah Negosiasi Damai AS–Iran

Kenaikan harga minyak tetap membuat pelaku pasar khawatir. Apalagi harga minyak yang terus mengalami kenaikan membentuk level baru, yang hingga hari ini ruang kenaikannya telah mencapai 90 persen.

Sementara, pemerintah akan segera mengumumkan paket kebijakan untuk meredam dampak dinamika global terhadap ekonomi domestik. Kebijakan yang disiapkan meliputi WFH terbatas. Juga penyesuaian anggaran dan implementasi program B-50, yang akan dijelaskan dalam konferensi pers pada 31 Maret 2026.