IHSG Diprediksi Volatil di Tengah Negosiasi Damai AS–Iran

IHSG

ASIAWORLDVIEW Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Kamis diperkirakan bergerak volatil seiring pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik, khususnya upaya gencatan senjata yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran.

Ketidakpastian mengenai arah negosiasi dan potensi eskalasi konflik membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi. Sentimen global yang dipengaruhi oleh dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah dapat memicu fluktuasi pada aliran modal asing, sehingga pergerakan IHSG berpotensi tidak stabil sepanjang sesi perdagangan.

Dari mancanegara, AS mengajukan proposal damai 15 poin, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan dismantling fasilitas nuklir Iran. Trump menyebut negosiasi berjalan, namun Iran menegaskan tidak ada pembicaraan, dan tidak akan menghentikan perang sebelum syaratnya terpenuhi.

Baca Juga: Inflasi dan Konflik Global, Fed Hati-Hati Soal Pemangkasan Suku Bunga

Di sisi lain, Iran menuntut penghentian penuh perang (bukan sekadar ceasefire), pengakuan atas kontrol Selat Hormuz, pencabutan sanksi, kompensasi, serta kebebasan program militer.

Komunikasi masih berlangsung via mediator seperti Pakistan, Turki, dan Mesir, namun gap kedua pihak masih sangat jauh.

Sementara itu, ekspektasi suku bunga global berubah drastis, yaitu pasar kini tidak lagi pricing in bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan pada tahun ini, dari sebelumnya ekspektasi dua kali pemangkasan.