Puasa Bikin Bau Mulu? Ternyata Ini Alasannya

Sikat dan pasta gigi

ASIAWORLDVIEW – Puasa dapat menyebabkan bau mulut karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu tertentu, sehingga produksi air liur menurun. Air liur berfungsi sebagai pembersih alami mulut yang membantu mengurangi jumlah bakteri dan menetralkan senyawa penyebab bau.

Mengutip dari jurnal kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, ketika mulut menjadi kering, bakteri lebih mudah berkembang biak. Kemudian menghasilkan senyawa sulfur yang berbau tidak sedap.

Selain itu, proses metabolisme tubuh saat berpuasa juga memicu pembakaran lemak untuk energi, yang menghasilkan zat keton. Zat ini dapat keluar melalui napas dan menambah aroma khas yang sering disebut sebagai “bau mulut saat puasa.”

Baca Juga: Tips Ngopi Aman Saat Ramadan dari BepahKupi: Perhatikan Waktu yang Tepat

Kombinasi mulut kering, aktivitas bakteri, dan pelepasan keton inilah yang membuat bau mulut lebih terasa ketika berpuasa. Untuk mencegah bau mulut saat berpuasa, menjaga kebersihan mulut menjadi langkah utama.

Menyikat gigi dan lidah setelah sahur serta sebelum tidur merupakan langkah penting untuk mencegah bau mulut saat berpuasa. Sisa makanan yang tertinggal di gigi dan permukaan lidah dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang kemudian menghasilkan senyawa berbau tidak sedap.

Membersihkan gigi dan lidah secara menyeluruh, plak dan partikel makanan dapat dihilangkan sehingga jumlah bakteri berkurang. Kebiasaan ini tidak hanya membantu menjaga kesegaran napas, tetapi juga mendukung kesehatan mulut secara keseluruhan selama menjalani puasa.

Selain itu, memperbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka penting untuk menjaga kelembapan mulut agar tidak terlalu kering. Menghindari makanan berbau tajam seperti bawang, jengkol, atau petai, serta membatasi konsumsi kopi dan makanan manis juga dapat mengurangi risiko bau mulut.