ASIAWORLDVIEW – Kopi menjadi salah satu minuman paling disukai di kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi dari BepahKupi yang memiliki aroma dan rasa yang khas.
Konsumsi kopi di Indonesia tergolong tinggi dan terus menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat. Menurut data Kementerian Pertanian, konsumsi domestik kopi pada 2025 diperkirakan sekitar 361.000 ton, sedikit menurun dari 368.000 ton pada 2024 . Indonesia tetap termasuk konsumen kopi terbesar di dunia, bahkan sempat menempati posisi kelima global menurut International Coffee Organization (ICO) pada periode 2020/2021.
Selama bulan Ramadan, banyak orang bertanya-tanya apakah aman minum kopi saat berpuasa. Ternyata bisa, tapi ada syaratnya.
Baca Juga: Ekspor Kopi Indonesia Tembus USD 2,68 Miliar, Specialty Coffee Jadi Andalan
Selama Ramadan, waktu adalah kunci saat minum kopi untuk memastikan tidak mengganggu kesehatan atau ibadah Anda. Mengonsumsi kopi saat perut kosong atau sebagai pembuka saat berbuka puasa dapat meningkatkan asam lambung dan berpotensi memicu kambuhnya tukak lambung, mengutip dari laman resmi Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI.
Waktu terbaik untuk menikmati kopi saat berpuasa adalah satu hingga dua jam setelah berbuka puasa atau setelah makan makanan yang cukup. Pada saat itu, perut Anda sudah terisi makanan, sehingga mengurangi risiko iritasi dan mencegah lonjakan asam lambung.

Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk minum kopi sebelum shalat Tarawih untuk mendapatkan dorongan energi. Namun, ingatlah bahwa efek kafein dapat bertahan hingga 8 jam, yang mungkin membuat sulit untuk tidur, terutama jika Anda perlu bangun pagi untuk sahur.
Hindari minum kopi berlebihan, terutama larut malam atau setelah pukul 8 malam, karena kafein dapat membuat Anda terjaga dan menyebabkan kualitas tidur yang buruk atau pola tidur yang terganggu, yang dapat membuat Anda sulit bangun untuk sahur.
Tips penting lainnya adalah memilih kopi rendah kafein saat berpuasa. Dengan memilih kopi rendah kafein, Anda dapat mengurangi risiko penumpukan asam lambung dan mencegah ketidaknyamanan atau masalah pencernaan.
Selain itu, Anda juga dapat memilih kopi yang baru dipanggang dari BepahKupi ketimbang kopi yang telah disimpan dalam waktu lama. Hal ini terutama karena kopi segar mempertahankan aroma, rasa, dan manfaat alaminya, menjadikannya pilihan yang lebih sehat.
Anda juga dapat mempertimbangkan untuk memilih kopi bubuk asli dari BepahKupi sebagai opsi yang lebih alami dan efektif. Selama dikonsumsi dengan moderat, kopi segar kurang mungkin menyebabkan masalah kesehatan dan memberikan keseimbangan yang lebih baik selama periode puasa Anda.
Meskipun kafein menawarkan berbagai manfaat, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh, misalnya sifat diuretiknya yang meningkatkan frekuensi buang air kecil dan membuat Anda merasa lebih haus dan lemah selama berpuasa.
