ASIAWORLDVIEW – Pariwisata Indonesia perlu terus beradaptasi dengan menghadirkan produk yang relevan, berkualitas, dan berkelanjutan agar mampu bersaing di tengah dinamika global dan perubahan preferensi wisatawan. Relevansi berarti destinasi dan layanan harus sesuai dengan tren serta kebutuhan pasar, seperti wisata berbasis pengalaman, digitalisasi layanan, dan integrasi budaya lokal. Kualitas mencakup peningkatan standar pelayanan, infrastruktur, serta keamanan yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Pariwisata Indonesia perlu terus beradaptasi dengan menghadirkan produk yang relevan, berkualitas, dan berkelanjutan,” kata Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia.
Sementara itu, keberlanjutan menekankan pada pengelolaan destinasi yang ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pelestarian budaya dan alam. Dengan kombinasi ketiga aspek tersebut, pariwisata Indonesia dapat tumbuh secara inklusif, menjaga daya tarik jangka panjang, dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis pariwisata nasional tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga tumbuh semakin tangguh dan berdaya saing di 2026,” ia menambahkan.
Baca Juga: Pergeseran Tren Wisata Indonesia: Pelancong Pilih Pengalaman Autentik dan Hidden Gem
Berdasarkan survei konsumen tiket.com yang diolah oleh Lokadata, sebanyak 76% masyarakat melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berlibur dan berekreasi. Orientasi wisata pun masih berpusat pada liburan keluarga. Sementara itu, bepergian dengan teman, pasangan maupun solo travel menempati posisi menengah. Data menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia lebih nyaman bepergian dengan lingkaran terdekat, dianggap lebih nyaman, aman, fleksibel dan sesuai dengan preferensi mereka sendiri. Pola ini mengarahkan bahwa perjalanan bukan hanya aktivitas rekreatif, tetapi sebuah ruang untuk memperkuat koneksi emosional dalam lingkaran terdekat.
Kalibrasi ulang ini pun tercermin dari pola pemesanan konsumen. Berdasarkan data tiket.com, sepanjang 2025, seluruh kategori pariwisata mencatat pertumbuhan positif bila dibandingkan setahun sebelumnya, dimana pemesanan transportasi tumbuh 23%, akomodasi meningkat 20%, dan atraksi wisata melonjak hingga 38%.
Dari data tersebut, menunjukkan bahwa terjadinya pergeseran preferensi konsumen terhadap moda transportasi, pilihan akomodasi dan jenis atraksi yang dipilih. Untuk transportasi adanya
pergeseran ke moda darat, kereta api yang meningkat 47% dan bus yang meningkat 46%,
karena harga yang lebih terjangkau, kemudahan akses, fleksibilitas rute, dan konektivitas antar
wilayah, serta sangat relevan untuk perjalanan musiman dan short to medium distance.
Sedangkan untuk preferensi akomodasi pun bergeser ke non-hotel atau villa, dimana pemesanan villa meningkat 44%; yang didorong oleh meningkatnya minat perjalanan bersama keluarga maupun teman-teman, dimana wisatawan cenderung mencari akomodasi yang menawarkan ruang lebih luas dan privasi yang lebih baik. Lalu, untuk pemesanan kategori atraksi wisata, pemesanan tiket playground melonjak secara signifikan sebesar 71%; dimana bagi keluarga urban, playground menjadi pilihan untuk tetap merayakan momen liburan tanpa harus melakukan perjalanan jarak jauh dan tetap menawarkan pengalaman berkualitas.
