ASIAWORLDVIEW – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, D.C., menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Dalam sesi selama 30 menit pada 19 Februari, kedua pemimpin membahas negosiasi tarif timbal balik yang telah berlangsung lama dan akhirnya mencapai titik kesepahaman yang dianggap positif.
Prabowo menyampaikan bahwa hasil pertemuan tersebut mencerminkan semangat saling menghormati dan keinginan untuk menciptakan perjanjian perdagangan yang adil. Ia juga menekankan bahwa Indonesia menjadi satu-satunya anggota Dewan Perdamaian yang mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump di sela-sela agenda dewan, menandai pentingnya hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Negosiasi telah berlangsung cukup lama. Kami akhirnya mencapai titik yang saling menguntungkan dan saling menghormati. Saya pikir ini adalah hasil yang baik,” kata Prabowo kepada wartawan di Washington, D.C., dikutip Minggu (22/2/2026).
Baca Juga: Privasi Dipertanyakan, Publik Kritik Perjanjian Transfer Data Indonesia-AS
Presiden mencatat bahwa Indonesia telah terlibat dalam salah satu negosiasi perdagangan dan tarif terlama dengan AS. Namun, ia menekankan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan hasil positif.
Indonesia juga menjadi satu-satunya anggota Dewan Perdamaian (BoP) yang mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump di sela-sela pertemuan pertama dewan tersebut pada Kamis (19 Februari).
Prabowo menilai bahwa kesepakatan yang dicapai mencerminkan semangat kerja sama yang seimbang, di mana kepentingan Indonesia dan Amerika Serikat sama-sama dihormati. Selaian itu, memastikan bahwa hasil negosiasi tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi diplomasi dan kemitraan strategis antara kedua negara.
