ASIAWORLDVIEW – Pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak sekadar tercermin dalam angka statistik, melainkan juga dalam kemampuan kota ini bertahan menghadapi tantangan struktural yang kompleks. Di tengah banjir yang berulang, kemacetan lalu lintas yang kronis, serta tekanan urban akibat kepadatan penduduk, daya saing Jakarta hanya dapat dipertahankan melalui tata kelola yang kuat.
Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Rabu (4/2/2026). Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jakarta bukan sekadar angka, melainkan bukti ketahanan sebuah kota metropolitan.
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta mencerminkan bukan hanya angka, tetapi ketahanan,” ia menyebutkan.
Mempertahankan daya saing Jakarta di tengah banjir, kemacetan, dan tekanan urban menuntut tata kelola yang tidak hanya responsif, tetapi juga berorientasi jangka panjang. Kota megapolitan ini menghadapi tantangan struktural yang berulang, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk memastikan solusi yang berkelanjutan.
Baca Juga: IES 2026: AHY Dorong Target Nasional Percepat Hunian Layak
Infrastruktur yang tangguh, sistem transportasi yang efisien, serta kebijakan publik yang konsisten menjadi fondasi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar meski dihadapkan pada gangguan lingkungan dan sosial. Dengan tata kelola yang kuat dan koordinasi yang konstan, Jakarta mampu menjaga produktivitas, menarik investasi, serta mempertahankan posisinya sebagai pusat ekonomi nasional sekaligus regional.
“Mempertahankan daya saing di tengah banjir, kemacetan, dan tekanan urban membutuhkan tata kelola yang kuat dan koordinasi yang konstan. Inilah realitas mengelola sebuah kota global,” tambahnya.
Selain itu, kebijakan publik yang konsisten, dan koordinasi lintas sektor yang berkesinambungan. Ketahanan ekonomi kota ini bergantung pada bagaimana pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu beradaptasi, membangun infrastruktur yang tangguh, serta menciptakan sistem pelayanan publik yang efisien.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta menjadi cerminan dari resilien sebuah kota metropolitan yang terus berupaya menjaga produktivitas dan daya tariknya di tengah tekanan urban yang tidak pernah surut.
