IES 2026: Hasyim Djojohadikusumo Dorong Transisi Energi

IES 2026

ASIAWORLDVIEW – Hasyim S. Djojohadikusumo tampil sebagai salah satu tokoh penting dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Rabu (4/2/2026). Ia hadir sebagai Special Envoy Presiden Republik Indonesia untuk isu iklim dan energi, membawa perspektif strategis terkait energi dan iklim di tengah agenda besar pembangunan ekonomi nasional.

“Transisi energi berkelanjutan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Apalagi di tengah krisis iklim, volatilitas harga energi, dan ketidakpastian geopolitik,” ia menyebutkan dalam pemaparannya.

Upaya ini, tambahnya lagi, tidak hanya berfokus pada pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil, tetapi juga pada pengembangan energi terbarukan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain itu, menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: IES 2026: AHY Dorong Target Nasional Percepat Hunian Layak

Ia menyoroti arah kebijakan energi bersih dan peluang investasi hijau, Hasyim menegaskan bahwa daya saing Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar global.

Pemerintah mengintegrasikan kebijakan iklim dengan strategi pembangunan ekonomi. Hal itu terjadi saat arah kebijakan tidak lagi dipandang sebagai dua hal yang terpisah, melainkan saling melengkapi.

“Indonesia berusaha menciptakan ekosistem yang mendukung investasi hijau, transfer teknologi, serta inovasi dalam sektor energi bersih. Kita perlu membuka ruang kolaborasi bersama pemimpin bisnis internasional, pembuat kebijakan, dan mitra global,” ia menambahkan.

Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga resilien terhadap guncangan eksternal, menjadikan transisi energi sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional yang mampu menjaga daya saing sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.