IHSG Tertekan MSCI, Danantara: Reformasi Pasar Modal Jadi Harapan Pemulihan

Danantara,

ASIAWORLDVIEW Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan yang cukup tajam, pada perdagangan sesi I hari Senin (2/2/2026). Kondisi ini mencerminkan tekanan besar dari saham-saham yang terdampak kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG ditutup melemah sebesar 442,44 poin atau 5,31 persen, sehingga turun ke posisi 7.887,16, sebuah penurunan signifikan yang menunjukkan sentimen negatif investor terhadap perubahan komposisi indeks global tersebut. Tidak hanya IHSG, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga ikut tertekan, dengan penurunan 33,16 poin atau 3,98 persen ke level 800,37.

Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham-saham berkapitalisasi kecil, tetapi juga menyasar saham-saham unggulan yang biasanya menjadi pilihan utama investor. Dampak kebijakan MSCI yang memengaruhi aliran dana asing memperburuk volatilitas pasar, sehingga investor domestik maupun asing cenderung mengambil langkah hati-hati.

Baca Juga: Alasan OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi Isi Kursi Dewan Komisaris

Penurunan tajam ini sekaligus mencerminkan bagaimana faktor eksternal, khususnya kebijakan indeks global, dapat memengaruhi dinamika pasar modal Indonesia secara langsung, memperlihatkan kerentanan terhadap arus modal internasional dan sentimen global.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan optimisme bahwa indeks acuan Jakarta Composite Index (JCT) akan mengalami pemulihan pada perdagangan. Menurutnya, sentimen positif dari investor asing menjadi faktor utama yang mendorong proyeksi tersebut, terutama karena adanya reformasi pasar modal yang sedang dijalankan pemerintah.

Reformasi ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan transparansi pasar, sehingga diharapkan dapat memperkuat arus masuk modal asing. Dengan dukungan tersebut, JCT diperkirakan mampu bangkit dari tekanan sebelumnya dan mencerminkan prospek yang lebih sehat bagi pasar keuangan Indonesia.

Pembicaraan intensif dengan investor global selama beberapa hari terakhir, dengan sebagian besar menyatakan kepercayaan pada kebijakan yang dijalankan pemerintah bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (IDX).

“Jika reformasi tersebut diimplementasikan, mereka akan semakin percaya diri terhadap pasar kita. Tetapi berdasarkan tindakan yang telah kami ambil selama beberapa hari terakhir, mereka juga memberikan respons yang sangat positif,” katanya.