ASIAWORLDVIEW – Minum kopi saat perut kosong dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari peningkatan asam lambung, gangguan pencernaan, hingga memengaruhi keseimbangan hormon. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa cukup serius terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki riwayat masalah lambung.
“Minum kafein saat perut kosong dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih tajam karena tidak ada protein, lemak, atau serat yang dapat meredam respons hormon stres,” kata Kathleen Benson, CSSD, CPT, RDN, dikutip Asiaworldview dari Health, Senin (2/2/2026).
Ketika kopi dikonsumsi tanpa adanya makanan yang melapisi lambung, produksi asam lambung meningkat drastis. Kondisi ini dapat mengiritasi lapisan lambung dan memicu gejala seperti mulas, mual, atau rasa perih di perut. Bahkan, pada orang dengan riwayat maag atau sindrom iritasi usus (IBS), kebiasaan ini bisa memperburuk gejala yang sudah ada. Selain itu, penyerapan kafein terjadi lebih cepat saat perut kosong, sehingga efek stimulasi terhadap sistem saraf menjadi lebih kuat. Hal ini dapat menyebabkan jantung berdebar, rasa gelisah, hingga memperburuk kecemasan dan stres.
Baca Juga: Kopi Bisa Memicu Lonjakan Gula Darah?
“Jika belum makan, minumlah kopi dengan camilan atau makanan kaya protein dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil,” ia menambahkan
Kopi yang diminum sebelum makan dapat mengganggu keseimbangan hormon kortisol, yaitu hormon stres yang secara alami lebih tinggi di pagi hari. Jika kortisol terus dipicu oleh kafein tanpa adanya asupan makanan, tubuh bisa mengalami ketidakseimbangan yang berdampak pada metabolisme dan regulasi energi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kesehatan kardiometabolik, termasuk tekanan darah dan kadar kolesterol.
Kopi juga memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi saat perut kosong, tubuh belum memiliki cukup cairan dan nutrisi untuk menyeimbangkan efek ini, sehingga bisa memicu dehidrasi ringan. Ditambah lagi, probiotik alami dalam usus dapat terganggu karena paparan asam lambung berlebih, yang pada akhirnya memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus dan kesehatan pencernaan.
“Sebaiknya minum kopi setelah makan atau setidaknya diminum dengan makanan ringan. Dengan adanya lapisan makanan, efek iritasi terhadap lambung bisa diminimalkan, penyerapan kafein lebih stabil, dan tubuh tetap mendapatkan manfaat kopi tanpa risiko berlebihan,” pungkasnya.
