Shutdown Terlama AS Guncang Ekonomi Global, Kerugian Capai USD15 Miliar per Hari

USD atau Dolar Amerika Serikat.(Pexel/Pixabay)

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah Amerika Serikat (AS) saat ini masih menghadapi shutdown terlama dalam sejarah, yang terjadi akibat kebuntuan politik dalam pengesahan anggaran federal. Shutdown ini menyebabkan penutupan sebagian besar layanan pemerintah, termasuk lembaga-lembaga penting seperti Departemen Keamanan Dalam Negeri, Layanan Taman Nasional, dan berbagai instansi administratif. Jutaan pegawai federal terdampak, baik dengan dirumahkan tanpa gaji maupun dipaksa bekerja tanpa bayaran.

Asiaworldview mengutip dari berbagai sumber, Minggu (9/11/025), dampaknya meluas ke sektor ekonomi, memperlambat pertumbuhan, mengganggu aktivitas bisnis, dan menurunkan kepercayaan investor Penundaan dalam pengambilan keputusan fiscal hingga terganggunya layanan publik. Bahkan potensi dampak terhadap data ekonomi resmi membuat pasar menjadi lebih volatil.

Kondisi ini mendorong pelarian modal ke aset-aset yang dianggap lebih aman, seperti emas atau obligasi negara lain. Selain itu, memperlemah kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi global yang sangat bergantung pada peran Amerika Serikat sebagai kekuatan utama.

Baca Juga: Pasar Kripto Merespons Pemerintah AS Shutdown, Memperparah Tekanan Ekonomi

Menteri Keuangan AS memperkirakan kerugian mencapai sekitar USD15 miliar per hari, atau setara Rp248 triliun. Penutupan pemerintah AS juga mengganggu pasar global. Tekanan geopolitik, termasuk ancaman tarif sebelumnya oleh Presiden Trump, menambah volatilitas. Faktor eksternal ini hanya memperumit situasi yang sudah volatil.

Menurut Goldman Sachs, shutdown tahun 2025 dinilai sebagai yang paling berat dalam sejarah karena efeknya yang luas terhadap konsumsi, investasi, dan kepercayaan pasarInvestor Daily. Dalam konteks global, kondisi ini turut memperburuk volatilitas pasar internasional dan memperlemah sentimen investor terhadap stabilitas ekonomi AS.

Analis Tyler menyoroti situasi ironis. Meskipun Washington membeku, pembicaraan tentang aset digital dan kebijakan kripto terus berlanjut. Ini adalah salah satu sektor yang terus berkembang, meskipun menghadapi hambatan regulasi.

Terlepas dari kekacauan politik, pembicaraan tentang aset digital terus berlanjut. Dengan keputusan regulasi yang ditunda dan penurunan pasar kripto, analis mencatat bahwa sektor kripto adalah salah satu tempat di mana aktivitas bisnis tetap aktif. Namun, waktu yang dibutuhkan regulator untuk menyetujui aset kripto membuat aktivis khawatir tentang masa depan industri ini.

Ekonom memperingatkan bahwa dampak penutupan pemerintah AS dapat melemahkan ekonomi secara permanen. Pengeluaran konsumen, yang sudah melemah akibat inflasi tinggi dan ketidakpastian pekerjaan, mungkin akan semakin menyusut. Penutupan pemerintah juga dapat memberikan pukulan berat hingga musim liburan yang krusial.