BPS Catat Pertumbuhan Transaksi Belanja Online, eCommerce Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi belanja online.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 6,19 persen secara kuartal ke kuartal dalam transaksi e-retail dan marketplace pada kuartal ketiga tahun 2025. Angka ini mencerminkan peningkatan aktivitas belanja daring di Indonesia.

Kondisi tersebut didorong oleh semakin luasnya penetrasi internet, adopsi teknologi digital oleh pelaku usaha, serta perubahan perilaku konsumen yang semakin nyaman bertransaksi secara online. Pertumbuhan ini juga menunjukkan bahwa sektor ecommerce terus menjadi motor penggerak ekonomi digital nasional, dengan kontribusi yang semakin besar terhadap PDB dan daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Kepala BPS Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh. Edy Mahmud, mengatakan Rabu (5/11/2025), bahwa komoditas yang paling sering dibeli meliputi produk perawatan pribadi, barang rumah tangga, layanan transportasi, peralatan rekreasi dan olahraga, serta barang fashion.

Baca Juga: Pemerintah Tunda Penerapan PPh 22 di eCommerce dan Marketplace, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

“Nilai transaksi komoditas-komoditas ini meningkat pada kuartal ketiga 2025 dibandingkan dengan kuartal kedua 2025,” ujarnya.

Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan sebesar 9,65 persen secara tahunan (yoy), menempati peringkat keempat sebagai sektor dengan pertumbuhan tercepat, setelah layanan pendidikan, layanan korporasi, dan aktivitas layanan lainnya.

Dia mencatat bahwa pertumbuhan bisnis informasi dan komunikasi sejalan dengan peningkatan aktivitas telekomunikasi, lonjakan lalu lintas data, dan ledakan aktivitas perdagangan melalui platform elektronik.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen yoy pada kuartal ketiga, didukung terutama oleh pengeluaran transportasi dan komunikasi yang meningkat 6,41 persen, serta konsumsi hotel dan restoran yang naik 6,32 persen. Meskipun konsumsi rumah tangga terus berkembang, laju pertumbuhannya melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, baik secara tahunan (yoy) maupun secara kumulatif-ke-kumulatif (ctc).

Pada periode yang sama pada tahun 2024, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97 persen secara tahunan (yoy) dan 4,96 persen secara kumulatif-ke-kumulatif (ctc). Di mana

Translated with DeepL.com (free version)