ASIAWORLDVIEW – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan harapan agar proses negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas (PPB) antara ASEAN dan Kanada dapat diselesaikan pada tahun 2026. Ia menekankan bahwa kesepakatan ini memiliki potensi besar untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di kawasan, mendorong pertumbuhan inovasi lintas sektor, serta memperkuat konektivitas dalam rantai pasok regional dan global.
“ASEAN saat ini sedang menegosiasikan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Kanada, dan Indonesia berharap proses tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026,” katanya dalam siaran pers, dikutip Asiaworldview.com, Senin (27/3/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan selama Pertemuan Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN, yang diselenggarakan di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dengan tercapainya PPB tersebut, diharapkan tercipta iklim perdagangan yang lebih terbuka dan kompetitif, sekaligus memperkuat posisi ASEAN sebagai mitra strategis Kanada dalam ekonomi global yang semakin terintegrasi.
Baca Juga: Gandeng Britania Raya, ASEAN Ungkap Tantangan Industri Kreatif di Kawasan
“Menurutnya, ke depan, “ASEAN juga perlu menjajaki kemitraan baru dengan mitra strategis seperti Uni Eropa dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk memperkuat diversifikasi ekonomi regional,” ia menambahkan.
Dia menekankan pentingnya memperdalam dan memperluas kemitraan ekonomi melalui proses akses untuk melengkapi manfaat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). RCEP merupakan tonggak penting dalam memperkuat integrasi ekonomi regional sambil memberikan peluang untuk pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan sangat kompetitif di Asia-Pasifik, tambahnya.
Menteri Budi Santoso juga menekankan perlunya mendorong pemanfaatan dan modernisasi Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN Plus One serta pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor antara bidang ekonomi dan keamanan untuk menghadapi dinamika geoekonomi dan geopolitik global.
“Koordinasi ini memastikan ASEAN tetap responsif, adaptif, dan proaktif di tengah dinamika global yang semakin kompleks,” pungkasnya.
