ASIAWORLDVIEW – Kementerian Perdagangan meluncurkan program-program prioritas untuk memperkuat pasar domestik. Selain itu, memperluas ekspor di tengah meningkatnya volatilitas perdagangan global.
Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam Indonesia Economic Forum (IES) 2026), Rabu (4/2/2026). Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pasar domestik sekaligus memperluas akses ekspor di tengah dinamika perdagangan global yang semakin penuh tantangan.
“Strategi Indonesia dalam menjaga daya saing produk lokal dengan mendukung UMKM agar mampu menembus rantai ritel modern. Selain itu, memperkuat posisi Indonesia melalui perjanjian perdagangan internasiona,” ia mengatakan.
Baca Juga: IES 2026: Hasyim Djojohadikusumo Dorong Transisi Energi
Mendag Budi Santoso menekankan bahwa volatilitas global menuntut kebijakan yang adaptif dan inovatif, sehingga Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang baru di pasar dunia.
“Pasar global menghadapi tantangan yang semakin meningkat, sementara di dalam negeri kita harus memperkuat daya saing produk lokal untuk memenuhi pasar domestik dan mendorong ekspor,” ia menambahkan.
Inisiatif ini bertujuan untuk melindungi kinerja perdagangan nasional dengan meningkatkan daya saing di dalam negeri sambil memperluas akses ke pasar luar negeri di tengah tekanan eksternal yang semakin meningkat.
Untuk memperkuat permintaan domestik, Kementerian Perdagangan memprioritaskan program-program untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia. Hal itu dilakukan berusaha menekan aliran impor dan memastikan produk lokal mendominasi pasar dalam negeri.
