BINA Diskon Dihelat Lagi, Dorong Konsumsi Domestik Jelang Imlek 2026

Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum, Ibu Fetty Kwartati menjelaskan dalam konferensi pers, Jumat (13/2/2026),

ASIAWORLDVIEW – Belanja di Indonesia Aja (BINA) 2026 kembali dihelat, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan daya beli khususnya menjelang perayaan Imlek dan Lebaran. Program ini menjadi momentum penting karena Imlek identik dengan tingginya aktivitas belanja.

Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum, Ibu Fetty Kwartati menjelaskan dalam konferensi pers, Jumat (13/2/2026), aktivitas masyarakat saat Imlek dan Lebaran sangat tinggi. Masyarakat, tambahnya, membeli kebutuhan rumah tangga, kuliner, maupun tradisi perayaan.

“Dengan adanya diskon nasional, masyarakat terdorong untuk lebih memilih produk lokal, sehingga tidak hanya memperkuat konsumsi domestik tetapi juga mendukung keberlangsungan pengusaha kecil dan sektor ritel,” ia menjelaskan.

BINA Diskon 2026, terciptanya efek berganda berupa peningkatan penjualan, produksi, serta penyerapan tenaga kerja, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Program ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dan pelaku usaha untuk menjadikan momen Imlek sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: BINA Lebaran 2026, Perkuat Ekonomi Nasional di Puncak Konsumsi Lebaran

Menurutnya, momentum Imlek bukan hanya sekadar tradisi budaya, tetapi juga menjadi salah satu periode penting dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional. Dengan meningkatnya konsumsi, terutama pada sektor ritel, kuliner, dan produk lokal, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang lebih kuat sehingga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha.

“Dukungan masyarakat dalam berbelanja produk dalam negeri akan menciptakan multiplier effect, mulai dari peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, hingga memperkuat daya saing industri lokal,” pungkasnya.

Ia juga menilai bahwa Imlek dapat menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat sektor konsumsi domestik. Selain itu, menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.