ASIAWORLDVIEW – Peningkatan harga Bitcoin mungkin memberikan sedikit kelegaan bagi investor. Namun para ahli memperingatkan bahwa fase pendinginan yang lebih dalam mungkin sedang berlangsung.
Kombinasi antara penurunan aktivitas on-chain dan aliran keluar institusional yang berkelanjutan menunjukkan bahwa pasar mungkin memasuki periode yang lebih hati-hati setelah lonjakan kuat ke rekor tertinggi.
Data on-chain menunjukkan perlambatan signifikan dalam aktivitas jaringan, yang sejalan dengan penurunan harga Bitcoin baru-baru ini, kata Glassnode dalam saluran Telegram resmi.
Rata-rata bulanan volume transfer yang disesuaikan dengan perubahan telah turun 13% dari USD26,7 miliar menjadi USD23,2 miliar.
“Jika tren ini berlanjut dan metrik tersebut turun di bawah rata-rata tahunan USD21,6 miliar, hal itu akan mengonfirmasi melemahnya aktivitas spekulatif dan menandakan kontraksi yang lebih luas dalam permintaan,” tulis Glassnode.
Baca Juga: Analis: Bitcoin Tertekan di Tengah Gejolak Politik AS, Bikin Investor Bingung
Bitcoin saat ini diperdagangkan di USD111.300, naik 2,52% dari level terendah Senin di USD108.550, menurut CoinGecko. Namun, harganya masih turun lebih dari 10% dari level tertinggi 14 Agustus di USD124.128.
Pelemahan harga Bitcoin belakangan ini bertepatan dengan meningkatnya tekanan jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders), yang secara historis dikenal sebagai tulang punggung stabilitas pasar kripto. Data on-chain menunjukkan lonjakan aktivitas seperti Coin Days Destroyed dan Liveliness, menandakan bahwa banyak BTC yang sebelumnya tidak aktif kini mulai dijual.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran sentimen investor dari akumulasi menuju distribusi, di mana mereka memilih melikuidasi aset daripada menambah kepemilikan. Tekanan jual ini memperburuk koreksi harga, terutama karena pemegang jangka panjang biasanya memiliki volume besar dan dampak signifikan terhadap likuiditas pasar. Di tengah ketidakpastian makroekonomi dan minimnya pembelian di level support, pasar Bitcoin memasuki fase konsolidasi yang berpotensi berkepanjangan sebelum menemukan pijakan yang stabi
