Eropa Pertimbangkan Euro Digital di Blockchain Publik: Ethereum dan Solana Masuk Radar

Bendera Uni Eropa.(Unsplash.com)

ASIAWORLDVIEW – Pejabat Eropa sedang mempertimbangkan apakah akan menerbitkan euro digital di blockchain publik seperti Ethereum atau Solana. Langkah ini sebagai perubahan dari rencana awal untuk sistem tertutup yang dikelola secara sentral.

Debat ini semakin intensif dalam beberapa minggu terakhir sejak Amerika Serikat mengesahkan undang-undang stablecoin pertamanya pada Juli. Kondisi tersebut memberikan keunggulan awal bagi token dolar yang diatur dalam keuangan global.

Ram Kumar, kontributor utama di perusahaan infrastruktur blockchain OpenLedger, mengatakan menerbitkan euro di blockchain publik akan secara dramatis memperluas jangkauannya.

“Hal ini akan membuka euro ke ekonomi kripto yang lebih luas secara instan,” kata Kumar, mengutip Decrypt, Rabu (27/8/2025).

Baca Juga: Korea Selatan Jajal Kembangkan Mata Uang Digital

“Aset ini dapat terintegrasi dengan DeFi, dompet global, dan pembayaran lintas batas tanpa perlu membangun infrastruktur tersebut dari nol.”

Ethereum dapat menawarkan “kemampuan pemrograman dan akses ke ekosistem pengembang yang kaya,” kata Kumar, sementara Solana menawarkan “biaya rendah dan throughput tinggi yang dapat menangani pembayaran skala konsumen. Keduanya, katanya, akan membuat euro lebih terlihat di luar Eropa dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh ledger privat.

Euro digital dapat mengatasi agenda anti-mata uang digital bank sentral (CBDC) Presiden Donald Trump, kata seorang pemimpin Bank Sentral Eropa. Anggota Dewan Eksekutif ECB Piero Cipollone mengatakan dalam sebuah konferensi bahwa Eropa “membutuhkan” euro digital untuk menanggapi rencana Presiden Amerika Seriat Donald Trump terkait stablecoin.

“Jika dolar AS mendapatkan keunggulan awal dalam pembayaran digital, hal itu berisiko mengaburkan peran euro dalam keuangan global,” ia menambahkan.