Mimpi Buruk setelah Makan Keju? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Keju siap dimakan di atas cheesboard.(cheese academy)

ASIAWORLDVIEW – Terdengar seperti mitos, ada penelitian dan pengalaman individu yang menunjukkan bahwa makan keju sebelum tidur bisa memengaruhi kualitas mimpi. Bahkan memicu mimpi buruk. Kandungan lemak dan protein dalam keju, terutama yang berasal dari produk olahan susu seperti cheddar atau blue cheese, dapat memperlambat proses pencernaan dan merangsang aktivitas otak saat tidur.

Hal ini bisa mengganggu siklus tidur REM—fase di mana mimpi biasanya terjadi paling intens. Beberapa studi juga mengaitkan jenis makanan yang dikonsumsi menjelang tidur dengan peningkatan vividness dan emosi dalam mimpi.

Sebuah studi baru yang diterbitkan pada 1 Juli di Frontiers in Psychology menemukan hubungan antara pola makan seseorang dan kualitas tidur serta mimpi mereka.

“Keparahan sensitivitas makanan—terutama intoleransi laktosa dan ukuran gabungan alergi makanan—keduanya terkait dengan keparahan mimpi buruk,” kata penulis studi Tore Nielsen, PhD, Profesor Psikiatri di Université de Montréal.

“Mimpi buruk dan emosi negatif selama mimpi juga lebih umum terjadi pada peserta studi yang melaporkan pola makan yang kurang sehat, kata Nielsen, mengutip Health.

Baca Juga: Fakta dan Mitos Seputar MSG: Apakah Benar Membahayakan Tubuh?

Mereka mensurvei 1.082 mahasiswa di Kanada tentang kebiasaan makan, kualitas tidur, kesehatan fisik dan mental, frekuensi mimpi, mimpi sadar, dan frekuensi mimpi buruk, serta apakah mereka percaya bahwa diet mereka dapat memengaruhi mimpi dan tidur mereka.

Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 40% peserta mengatakan bahwa kualitas tidur mereka dipengaruhi oleh apa atau kapan mereka makan. Makanan seperti produk susu dan makanan manis paling sering dikaitkan dengan tidur yang buruk, sementara teh herbal, buah, dan sayuran dikaitkan dengan tidur yang lebih baik, menurut peserta.

Namun, hanya 5,5% peserta yang percaya bahwa pola makan mereka memengaruhi mimpi mereka. Kelompok ini lebih mungkin memiliki alergi makanan dan intoleransi gluten, tetapi tidak lebih mungkin memiliki intoleransi laktosa.