Laporan Google Trends soal Masa Depan NFT

NFT

ASIAWORLDVIEW – Minat global terhadap Non-Fungible Token (NFT) mengalami penurunan tajam selama tiga tahun terakhir, sebagaimana tercermin dalam data Google Trends. Setelah mencapai puncak popularitas pada Januari 2022—didorong oleh hype selebriti, peluncuran koleksi digital besar

Laporan Google Trends menunjukkan penurunan signifikan dalam minat terhadap NFT selama tiga tahun terakhir. Bulan Juli mencatat skor terendah, dengan penurunan 96% dari puncak Januari 2022 saat permintaan tertinggi untuk koleksi ini.

Dalam 30 hari terakhir, topik Treasure NFT menduduki peringkat teratas dalam pencarian. Topik terkait Pudgy Penguins, Mint, dan Ethereum juga menarik minat yang cukup besar secara online. Namun, OpenSea tetap menduduki peringkat tertinggi dalam pencarian sepanjang masa.

Baca Juga: Hidupkan Kembali Aset NFT yang Sempat Mati Suri

Nigeria memimpin minat pencarian NFT per wilayah dari tahun 2004 hingga saat ini, diikuti oleh Hong Kong, Pakistan, Uganda, dan Singapura dalam lima besar peringkat.

Lonjakan volume perdagangan di platform seperti OpenSea—pencarian terkait NFT menurun drastis hingga mencapai titik terendah pada Juli 2025, dengan penurunan sekitar 96% dari puncak sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kejenuhan pasar akibat over-supply proyek NFT, fluktuasi harga kripto yang memengaruhi nilai aset digital, serta ketidakpastian regulasi di sejumlah negara.

Meskipun sorotan media telah beralih ke tren lain seperti AI dan Web3, NFT tetap diminati oleh komunitas kolektor dan penggemar aset digital, terutama untuk koleksi ikonik seperti Cryptopunks yang masih mencatat penjualan signifikan di tengah pasar yang lesu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meski hype telah mereda, NFT tetap memiliki tempat tersendiri dalam ekosistem kripto.