Mentan Amran Bangga Harga Pangan di Indonesia Stabil dan Terkendali

Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman

ASIAWORLDVIEW – Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman mengimbau masyarakat untuk mengapresiasi stabilitas harga pangan di negara ini, terutama beras. Hal itu karena negara-negara tetangga dan negara maju bergulat dengan kenaikan biaya dan kekurangan pasokan.

Ia mencatat bahwa negara-negara seperti Malaysia, Filipina, dan bahkan Jepang berjuang dengan ketersediaan beras, Indonesia telah berhasil menjaga harga.

“Di Jepang, harga beras sekarang mencapai Rp100.000 per kilogram. Di sini, harganya tetap antara Rp13.000 dan Rp15.000” katanya dalam sebuah wawancara video yang diselenggarakan Investor Daily.

“Kita harus bersyukur. Iklim kita tetap mendukung untuk budidaya padi.” Produksi beras Indonesia naik 14 persen menjadi 21,7 juta ton pada periode Januari-Juli dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024,” ia menambahkan.

Baca Juga: Mentan Amran Tegaskan Kulitas dan Harga Beras yang Beredar Diawasi Ketat

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Total produksi tahun ini diproyeksikan mencapai 35,6 juta ton, naik dari 30,37 juta ton pada tahun 2024. Iklan Dengan laju ini, negara ini berharap memiliki hampir 10 juta ton beras sebagai cadangan pada akhir tahun 2025 — tanpa bergantung pada impor.

Peningkatan produksi saja tidak menjamin stabilitas harga tanpa sistem distribusi yang efisien. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah mendistribusikan 1,3 juta ton beras bersubsidi secara nasional dalam dua hari terakhir untuk mengendalikan harga.

“Kami yakin harga akan mulai turun dalam dua minggu ke depan,” katanya.

Produsen dan distributor beras kelas premium juga telah sepakat untuk menurunkan harga sebesar Rp 1.000 per bungkus 5 kilogram, menyusul tindakan keras polisi terhadap pedagang yang menjual di atas batas atas harga pemerintah.