Keuntungan Investasi Emas, Harganya Cenderung Naik Mengikuti Laju Inflasi dan Ekonomi Global

Emas ANTAM.

ASIAWORLDVIEW – Emas memang punya reputasi sebagai “safe haven” dalam dunia investasi. Ketika pasar saham bergejolak atau inflasi meningkat, banyak investor beralih ke emas karena nilainya cenderung tetap atau bahkan naik.

Nilainya cenderung tahan terhadap inflasi, tidak tergerus oleh depresiasi mata uang, dan mudah dicairkan. Karakteristik ini menjadikan emas sebagai penjaga nilai yang cocok untuk investor pemula, terutama kamu yang masih berusia 20-an.

Keuntungan dari investasi emas akan lebih maksimal jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Hal itu karena emas secara historis memiliki tren kenaikan nilai yang stabil dan tahan terhadap inflasi. 

Meski harga emas bisa naik-turun dalam jangka pendek, dalam horizon waktu yang panjang misalnya 10 hingga 30 tahun, nilai emas cenderung meningkat seiring melemahnya daya beli uang dan meningkatnya permintaan global. 

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Bank Emas Segera Beroperasi, Mengurangi Ketergantungan Pasar Luar Negeri

Dengan menyimpan emas dalam jangka panjang, kamu tidak hanya mengamankan nilai asetnya, tetapi juga memberi ruang bagi compound interest atau “efek pertumbuhan berlipat”. Saat harga emas melonjak di masa-masa krisis atau ketidakpastian ekonomi,  waktu menjadi sekutu terbaik bagi emas, karena semakin lama kamu menyimpannya, semakin besar potensi keuntungan yang bisa kamu raih.

Di era digital saat ini, investasi emas juga makin mudah diakses. Kamu bisa mulai dari Rp10.000 melalui aplikasi tabungan emas tanpa harus pergi ke toko emas atau membeli logam fisik. Ini menjadikan emas bukan lagi aset eksklusif, melainkan instrumen investasi inklusif untuk siapa pun.

Misalnya, kamu mulai investasi emas dari usia 25 tahun dengan nominal Rp500.000 per bulan. Dalam setahun, kamu menyisihkan Rp6 juta. Dalam 10 tahun, kamu sudah menabung Rp60 juta. Namun, karena harga emas cenderung naik rata-rata 4-12% per tahun, nilai investasimu bisa berkembang jauh melebihi nominal tabunganmu, apalagi jika kamu menjualnya di saat harga emas sedang tinggi..