Alasan Malaysia dan Indonesia Konsolidasi Logo Halal Secara Global

Industri Halal

ASIAWORLDVIEW – Malaysia dan Indonesia sedang memimpin diskusi untuk mengonsolidasikan logo halal di tingkat global. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan satu standar logo halal yang dapat digunakan secara internasional, sehingga tidak perlu ada perbedaan logo halal di berbagai negara.

“Jika kita memiliki tekad yang sangat kuat, hal ini dapat diterima secara global. Halal bukan hanya untuk umat Islam tetapi untuk semua orang,” ujar Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, ketua Dewan Pengembangan Industri Halal Malaysia, kepada media setelah mengambil bagian dalam sebuah forum diskusi, dikutip Asiaworldview.com, Kamis (5/6/2025).

“Ini berarti kita mungkin tidak memerlukan logo halal yang berbeda di berbagai negara, tetapi menggunakan standar yang digunakan oleh Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) sebagai tolok ukur bagaimana sertifikasi halal dikeluarkan,” katanya.

Selain itu, Malaysia dan Indonesia juga sedang mempertimbangkan pembentukan ASEAN Halal Council serta Halal Commission, yang akan memperkuat tata kelola industri halal di kawasan. Langkah ini mendapat dukungan dari negara-negara GCC dan bahkan China, yang sebelumnya telah berdiskusi dengan Malaysia mengenai hal ini.

Baca Juga: Nasib Ekonomi Syariah dan Industri Halal di Indonesia

“Saya telah mendiskusikan hal ini dengan rekan-rekan kami dari Indonesia dalam beberapa hari terakhir dan kami juga telah mendiskusikan masalah ini selama dialog Kazan di Rusia.

Jika berhasil, konsolidasi logo halal ini bisa memberikan kepastian bagi konsumen global, sekaligus memperkuat posisi industri halal di pasar internasional.

Malaysia berencana membawa proposal ini ke World Halal Council Meeting yang akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada November 2025. Zahid Hamidi menekankan bahwa standar halal yang digunakan oleh Malaysia Islamic Development Department (JAKIM) bisa menjadi benchmark bagi sertifikasi halal global, mengingat JAKIM telah diakui oleh 88 badan halal di seluruh dunia.