ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Jumat (21/11/2025). Rupiah naik 5 poin atau sekitar 0,03 persen, sehingga berada di posisi Rp16.731 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.736 per dolar AS.
Kenaikan kecil ini mencerminkan adanya dorongan positif dari faktor eksternal maupun domestik. Namun tekanan global terhadap mata uang emerging market masih cukup kuat.
Pergerakan rupiah yang stabil di awal perdagangan menandakan bahwa pelaku pasar tetap berhati-hati, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari kebijakan moneter AS dan kondisi ekonomi global.
Baca Juga: Terkuak Tujuan Utama Redenominasi Mata Uang, Hapus Tiga Nol pada Rupiah
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah pelonggaran moneter dengan menurunkan suku bunga acuan. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan global.
Dengan adanya pelonggaran moneter, nilai tukar rupiah diharapkan tetap stabil. Sementara inflasi tetap terkendali sesuai target pemerintah.
Penurunan suku bunga diharapkan dapat menurunkan biaya pinjaman bagi dunia usaha dan masyarakat, sehingga meningkatkan konsumsi serta investasi. Selain itu, kebijakan ini juga memberi sinyal positif
