ASIAWORLDVIEW – Di tengah fluktuasi pasar kripto, Metaplanet menggalang USD150 juta untuk memperluas cadangan Bitcoin-nya. Dana tersebut juga akan digunakan untuk kebutuhan operasional lainnya perusahaan, mengutip Bloomberg, Jumat (21/11/2025).
Sebuah pemberitahuan resmi mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengesahkan resolusi yang memperbolehkan penerbitan saham preferen Kelas B tambahan melalui alokasi pihak ketiga. Oleh karena itu, perusahaan berencana untuk meminta persetujuan lebih lanjut dari pemegang saham pada Desember 2025.
Saham juga akan didistribusikan kepada beberapa investor asing. Pejabat eksekutif menyatakan struktur ini mencegah dilusi saham dan melindungi pemegang saham biasa yang sudah ada.
Saham Preferen Kelas B memiliki daya tarik membayar dividen triwulanan, yang dipatok pada suku bunga acuan Jepang (JPY TONA). Selain itu, terdapat margin tetap pada suku bunga tersebut sehingga investor dapat memperoleh imbal hasil yang dapat diprediksi.
Baca Juga: Pasar Kripto Kembali Goyah saat Harga Bitcoin Alami Perubahan
Dividen akan dibagikan pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Menurut Metaplanet, struktur ini memberikan entitas bersama bagi investor institusional dan mengakomodasi strategi berorientasi Bitcoin-nya.
CEO Simon Gerovich baru-baru ini menjelaskan bahwa Metaplanet bukanlah pesaing ETF Bitcoin. Menurutnya, masing-masing memiliki pendekatan berbeda dalam strategi BTC mereka.
Sebagian besar dana akan digunakan untuk melanjutkan pembelian Bitcoin. Menurut perusahaan, pembelian Bitcoin yang konsisten merupakan bagian fundamental dari model kasnya, terutama selama pasar menurun.
Menurut perusahaan, Bitcoin merupakan asuransi jangka panjang terhadap inflasi dan depresiasi mata uang dibandingkan aset lainnya. Manajemen merasa perlu terus membeli Bitcoin di setiap fase siklus pasar untuk memastikan strategi cadangan tetap terjaga.
Pendekatannya mirip dengan strategi yang dipimpin Michael Saylor yang terus menambah cadangan Bitcoin-nya. Penggalangan dana ini dilakukan di tengah penurunan signifikan harga BTC dan sentimen pasar yang negatif.
Manajemen menyatakan bahwa periode penurunan pasar menawarkan peluang pembelian strategis untuk pertumbuhan cadangan Bitcoin dalam jangka panjang. Namun, beberapa analis memperkirakan penurunan harga lebih lanjut. Trader veteran Peter Brandt baru-baru ini memperingatkan bahwa Bitcoin bahkan bisa turun ke level USD58.000 jika penjualan massal semakin intensif.
